Asosiasi Minta 3 Opsi Karantina ke Pemerintah RI Saat Umrah Dibuka

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ratusan orang mengikuti salat Subuh berjemaah yang dipimpin oleh Syekh Dr. 'Ali al Hudhaify di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Ahad, 31 Mei 2020. Jumlah jemaah dibatasi hanya maksimal 40 persen dari kapasitas masjid Nabawi. Instagram/@Haramain_info

    Ratusan orang mengikuti salat Subuh berjemaah yang dipimpin oleh Syekh Dr. 'Ali al Hudhaify di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Ahad, 31 Mei 2020. Jumlah jemaah dibatasi hanya maksimal 40 persen dari kapasitas masjid Nabawi. Instagram/@Haramain_info

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) mengusulkan tiga opsi karantina kepada Pemerintah Indonesia saat ibadah umrah resmi dibuka.

    Ketua Umum Dewan DPP Amphuri Firman M. Nur meminta pemerintah memberikan keringanan karantina bagi jemaah yang tiba di Indonesia sepulangnya dari Arab Saudi agar tak membebani secara finansial.

    “Kami berusaha melakukan dialog dengan Satgas Covid-19, difasilitasi oleh Kementerian Agama. Kami rapat dan meminta karantina jemaah umrah dipikirkan karena perjalanan ibadan ini termonitor dengan ketat,” ujar Firman saat dihubungi pada Kamis, 2 Desember 2021.

    Opsi pertama, Firman mengusulkan agar karantina jemaah Indonesia yang masuk ke Tanah Air bisa dilakukan secara mandiri di rumah masing-masing. Opsi ini bisa mengandalkan pengawasan sosial dari tetangga atau keluarga jemaah untuk mengontrol pergerakan mereka yang pulang dari Arab Saudi.

    Opsi kedua, jemaah yang pulang ke Indonesia menjalani karantina dalam waktu singkat, yaitu tiga hari. Sedangkan sisanya, jemaah bisa melakukan karantina secara mandiri di rumah. Sama halnya dengan opsi sebelumnya, opsi kedua ini dapat mengandalkan sistem pengawasan sosial dari warga di lingkungan tempat tinggal jemaah.

    Sedangkan opsi ketiga, pemerintah diminta menyediakan fasilitas karantina secara gratis kepada jemaah. “Karena para jemaah ini adalah orang yang sudah menunggu dua tahun. Ketika pulang (ke Indonesia), kami tidak ingin mereka kecewa dua kali,” ujar Firman.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.