Bahlil: Oknum yang Tak Setuju Soal DME dan Mobil Listrik, Saya Minta Minggir

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, memberikan keterangan di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 28 April 2021. Foto: BPMI Setpres/Rusman

    Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, memberikan keterangan di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 28 April 2021. Foto: BPMI Setpres/Rusman

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia meminta oknum pengusaha, pejabat, hingga BUMN yang tidak setuju dengan rencana transformasi ekonomi Indonesia, yaitu dengan hilirisasi, agar minggir.

    "Kepada siapa saja, baik kepada oknum pengusaha atau pejabat, atau oknum di BUMN yang tidak setuju pemikiran tentang transformasi ekonomi ini, saya minta minggir karena negara Indonesia harus maju," ujar Bahlil dalam konferensi pers, Rabu, 1 Desember 2021.

    Bahlil mengatakan dua rencana hilirisasi yang akan dilakukan pemerintah adalah dengan membangun ekosistem Dimethyl Ether atau DME sebagai substitusi elpiji, serta ekosistem kendaraan listrik.

    Bahlil mengatakan belakangan pemerintah tengah berupaya menggaet investasi untuk mewujudkan berbagai rencana hilirisasi tersebut. Misalnya saja dengan adanya nota kesepahaman sekitar US$ 15 miliar dengan Airproduct beberapa waktu lalu guna membangun hilirisasi batu bara dan gas.

    "Tahu enggak kita sekarang impor gas elpiji tiap tahun 5,5-6 juta ton," ujar Bahlil.

    Dari elpiji tersebut saja pemerintah sedikitnya menggelontorkan hampir Rp 60-70 triliun. Untuk itu, ia mengatakan hilirisasi batu bara kalori rendah menjadi DME menjadi penting.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.