Sandiaga Sebut Industri Fesyen Sumbang Hampir 21 Persen Ekonomi Kreatif

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sandiaga Uno dalam salah satu videonya. Foto: Instagram @sandiuno.

    Sandiaga Uno dalam salah satu videonya. Foto: Instagram @sandiuno.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan pihaknya optimis industri modest fashion dapat pulih lebih cepat setelah pandemi melalui serangkaian upaya dalam inovasi, adaptasi, serta kolaborasi.

    Hal tersebut disampaikan Sandiaga saat membuka acara Modest Fashion Week World Conference yang diselenggarakan Indonesia Modest Fashion Week (IMFW) bekerja sama dengan Kemenparekraf dalam rangka International Year of Creative Economy for Sustainable Development 2021.

    Salah satu upaya inovasi dan adaptasi tersebut, kata Sandiaga, terepresentasi dalam peragaan busana virtual yang turut ditampilkan selama konferensi berlangsung.

    “Peragaan busana virtual yang ditampilkan selama konferensi ini telah membuktikan bagaimana modest fashion dapat beradaptasi dan berinovasi selama pandemi serta berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan dan tanggung jawab sosial,” kata Sandiaga yang hadir secara virtual di Balairung Soesilo Soedarman, Kemenparekraf, Jakarta, Selasa 30 November 2021.

    Ia juga mengapresiasi atas kolaborasi dalam bentuk deklarasi global Modest Fashion Week Association dari Indonesia, Amerika, Australia, Maroko, dan Rusia.

    “Kolaborasi global ini dapat mendorong lebih banyak kesempatan dan kerja sama berkelanjutan dan inovasi serta memperkuat ekosistem di industri modest fashion secara global,” ujar Sandiaga. 

    Ia mengatakan industri fesyen merupakan salah satu tulang punggung ekonomi kreatif yang berkontribusi hampir 21 persen seluruh sektor di Indonesia.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.