Soal Bandara Kediri, Luhut: Terima Kasih Gudang Garam, Investasi Sampai Rp 9 T

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (ketiga kiri) bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (ketiga kanan) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kanan) meninjau proyek Jalan Tol Cisumdawu di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis, 30 September 2021. ANTARA/Raisan Al Farisi

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (ketiga kiri) bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (ketiga kanan) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kanan) meninjau proyek Jalan Tol Cisumdawu di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis, 30 September 2021. ANTARA/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Kediri - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi progres pembangunan Bandara Internasional Dhoho di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dia menilai pembangunan bandara tersebut tergolong cukup cepat.

    "Kami tujuh bulan yang lalu datang ke sini dengan Pak Sofyan (Djalil), progresnya baik sekali. Ini akan punya dampak (positif) di Selatan Jawa Timur," kata Menteri Luhut saat berkunjung ke lokasi Bandara di Kabupaten Kediri, Selasa, 30 November 2021.

    Ia juga menegaskan dengan keberadaan bandara ini, masyarakat di Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Kediri dan sekitarnya tidak perlu lagi ke Surabaya untuk mengakses transportasi udara. Terlebih lagi dukungan infrastruktur jalan tol yang akan mempercepat konektivitas antardaerah.

    "Terima kasih kepada Gudang Garam, kami lihat investasinya tidak kecil, Rp 8 triliun sampai Rp 9 triliun," kata Luhut.

    Ia juga mengajak semua pihak untuk mendukung pembangunan bandara dan jalan tol ini demi meningkatkan perekonomian masyarakat terutama di wilayah Selatan Jawa Timur, termasuk penyelesaian pembebasan lahan yang sampai saat ini masih tersisa 1,7 hektare.

    Ia juga mengatakan, pembangunan bandara internasional Dhoho merupakan proyek strategis nasional. Walaupun saat ini masih ada penyelesaian pembebasan lahan, diharapkan tidak terhambat.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    RUU IKN: Ibu Kota Negara Baru Dinamai Nusantara

    Dengan UU IKN, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Ada tiga kementrian dan lebih dari dua ribu PNS yang akan dipindahkan pada tahap awal.