Sandiaga Ungkap Efek World Superbike ke Sewa Transportasi hingga Okupansi Hotel

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menparekraf Sandiaga Uno saat meninjau Sirkuit Mandalika, Jumat, 5 November 2021. Dok. Kemenparekraf

    Menparekraf Sandiaga Uno saat meninjau Sirkuit Mandalika, Jumat, 5 November 2021. Dok. Kemenparekraf

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengklaim World Superbike 2021 di Mandalika pada 19-21 November lalu dinikmati semua masyarakat. Balap motor internasional itu, kata dia, telah menjadi daya ungkit pemulihan ekonomi di Nusa Tenggara Barat, khususnya di desa penyokong Mandalika.

    “Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menyampaikan pelaksanaan World Superbike telah menciptakan multiplier effect yang besar bagi perekonomian Pulau Lombok,” ujar Sandiaga dalam temu media secara virtual, Senin, 29 November.

    Dampak ekonomi tampak dari omzet penyedia penyewaan jasa transportasi yang naik sampai 70 persen. Sepekan selama rangkaian balap motor berlangsung, rata-rata pendapatan penyewa jasa transportasi meningkat dari semula Rp 10-15 juta per bulan menjadi Rp 70 juta.

    Sementara itu di sektor akomodasi, rata-rata okupansi hotel meroket mencapai 95 persen. Tingkat keterisian kamar hotel mengalami peningkatan signifikan menjelang maupun selama World Superbike berlangsung.

    Adapun sebelum WSBK, okupansi rata-rata kamar hotel dan homestay di sekitar Pulau Lombok hanya 15 persen. Omzet desa wisata dan penghasilan pelaku ekonomi kreatif di sekitar desa penyangga Mandalika pun diklaim meningkat dari 15 persen menjadi 85 persen.

    Di sektor ketenagakerjaan, Sandiaga melanjutkan, agenda ini juga menyerap 1.475 tenaga kerja lokal. “Mereka bertugas sebagai marshal, kru Covid-19 safety, kru medis, kru event, crowd control, dokumentasi, kebersihan, tiket, transportasi, sampai pengelola sampah,” ucapnya.

    Secara kumulatif Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melaporkan bahwa daerah memperoleh tambahan pendapatan dari penyelenggaraan kompetisi balap motor ini. Pendapatan asli daerah berasal dari pajak hiburan sebesar 15 persen, pajak parkir 30 persen, dan  pajak restoran dan hotel 15 persen.

    Selanjutnya berdasarkan data PT Angkasa Pura I (Persero), World Superbike turut mendorong peningkatan pergerakan penumpang. Jumlah pergerarkan penumpang di Bandara Internasional Lombok selama pekan penyelenggaraan World Superbike pada 17-23 November 2021 mencapai 5.700 orang per hari atau naik 50 persen.

    Pergerakan penumpang pun turut memantik peningkatan frekuensi pesawat. Jumlah pergerakan pesawat dari dan menuju Bandara Lombok tercatat bertambah 43 persen.

    “Sepanjang 1-16 November 2021, rata-rata ada 37 pergerakan pesawat per hari. Sedangkan pada 17-23 November 2021, rata-rata mencapai 53 pergerakan pesawat per hari,” kata Sandiaga.

    Sandiaga menuturkan capaian World Superbike akan menjadi bahan evaluasi untuk perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika. MotoGP 2022 rencananya berlangsung pada Maret 2022.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA

    Baca juga: Ingin Buat Sentra Kuliner RI di Luar, Erick Thohir: Ada Saran Makanan Andalan?

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.