Erick Thohir Sebut Jokowi Rilis Merah Putih Fund Medio Desember, Didukung 5 BUMN

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menteri BUMN Erick Thohir memberikan sambutan saat menghadiri peragaan busana Kadet 1947 di Skuadron 2, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat 19 November 2021. Peragaan busana dari judul film Kadet 1947 yang bertema nasionalisme tersebut didukung oleh Kementerian BUMN dan TNI Angkatan Udara untuk membangun rasa cinta anak muda dengan Indonesia. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

    Menteri BUMN Erick Thohir memberikan sambutan saat menghadiri peragaan busana Kadet 1947 di Skuadron 2, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat 19 November 2021. Peragaan busana dari judul film Kadet 1947 yang bertema nasionalisme tersebut didukung oleh Kementerian BUMN dan TNI Angkatan Udara untuk membangun rasa cinta anak muda dengan Indonesia. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir memastikan Presiden Joko Widodo alias Jokowi akan meluncurkan Merah Putih Fund pada pertengahan Desember mendatang. Merah Putih Fund merupakan pendanaan lokal untuk mendukung perusahaan rintisan atau start up Indonesia menjadi perusahaan dengan skala yang lebih besar.

    “Kita akan meluncurkan Merah Putih Fund didukung Telkom dan Telkomsel,” ujar Erick dalam acara orasi ilmiah Universitas Brawijaya yang ditayangkan secara virtual di UBTV Live Stream, Sabtu, 27 November 2021.

    Selain Telkom dan Telkomsel, Merah Putih Fund akan melibatkan tiga perusahaan BUMN lainnya. Ketiganya adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

    Erick berujar, intervensi dari BUMN diperlukan dalam proses pendanaan agar perusahaan-perusahaan rintisan lokal lebih nasionalis. Musababnya, menurut dia, kini banyak perusahaan rintisan Indonesia yang pindah ke luar negeri untuk memperoleh pendanaan yang lebih besar.

    Untuk menekan risiko-risiko tersebut, selain melibatkan BUMN, Erick berujar ada berbagai kriteria yang harus dipenuhi perusahaan rintisan yang akan memperoleh pendanaan. Di antaranya, perusahaan rintisan harus dibangun oleh orang Indonesia, perusahaan harus go public atau mencatatkan saham perdana di Tanah Air, dan beroperasi di dalam negeri.

    Erick melanjutkan, saat ini jumlah perusahaan rintisan di Indonesia yang berkembang menjadi unicorn masih kalah dengan negara lain, seperti Cina dan Amerika. Ia ingin pendanaan ini bisa memantik tumbuhnya perusahaan-perusahaan rintisan yang prospektif.

    “Jadi ini realitas yang harus sama-sama dilihat konteksnya. Sama dengan kita bicara sumber daya alam, kita maunya dihilirisasi. Ekonomi digital juga kita maunya hilirisasi,” tutur Erick Thohir.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA

    Baca juga: Syarat Startup Dibantu Merah Putih Fund, Erick Thohir: Founder Harus WNI

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.