Erick Thohir: Tidak Mungkin Vaksin Impor Terus, Pakai Asing Terus

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan keterangan pers saat menyambut kedatangan vaksin COVID-19 di Teminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 31 Mei 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan keterangan pers saat menyambut kedatangan vaksin COVID-19 di Teminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 31 Mei 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir mengatakan pemerintah sedang mendorong produksi vaksin Covid-19 di dalam negeri. Menurut dia, negara tidak bisa terus-menerus mengandalkan pasokan vaksin dari luar negeri.

    “Karena kita sedang melawan epidemi. tidak mungkin epidemi kita vaksin impor terus. Tidak mungkin kita pakai vaksin asing terus,” ujarnya dalam acara orasi ilmiah Universitas Brawijaya yang ditayangkan secara virtual di UBTV Live Stream, Sabtu, 27 November 2021.

    Indonesia, Erick melanjutkan, harus mampu memenuhi kebutuhan stok vaksin Covid-19 secara mandiri lantaran wabah virus corona masih terus berlangsung. Tidak diketahui kapan wabah ini akan berakhir.

    Adapun saat ini, vaksin Covid-19 didatangkan dari Cina, Inggris, Amerika Serikat. Berbagai jenis vaksin yang sudah digunakan di Tanah Air dan mendukung program vaksinasi gratis dari pemerintah adalah Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Moderna.  

    Tak hanya vaksin, Erick menyoroti kebutuhan sektor kesehatan lainnya di Indonesia yang rata-rata masih impor. Ia mengatakan mayoritas bahan baku kebutuhan medis, termasuk farmasi, masih ditopang dari luar negeri.

    Padahal, Erick menuturkan, Indonesia merupakan negara penghasil herbal terbesar yang jika diolah bisa menjadi pendukung produksi obat-obatan dari bahan alami. “Kita semua bahan bakunya impor. Padahal sejak dahulu nenek moyang kita terkenal dengan herbal kesehatan,” tutur dia.

    Guna mendorong industri farmasi dalam negeri, Erick berujar, seluruh perusahaan pelat merah difokuskan mendukung hilirisasi sesuai dengan segmennya masing-masing. Indofarma, misalnya, akan difokuskan memproduksi obat-obatan herbal.

    Sedangkan Kimia Farma didorong memproduksi obat-obatan kimia. Sementara itu Bio Farma akan berfokus sebagai pengembang vaksin. “Jadi kita harus seimbangkan market, kita harus intervensi,” tutur Erick Thohir.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA

    Baca juga: Syarat Startup Dibantu Merah Putih Fund, Erick Thohir: Founder Harus WNI

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.