Diduga Masalah Hidrolik, Batik Air Rute Jakarta-Padang Mendarat Balik ke Soetta

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Armada baru batik Air jenis Airbus A320 Neo di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis, 6 Februari 2020. Jangkauan jarak pesawat digadang-gadang lebih jauh 900 kilometer ketimbang pesawat sebelumnya. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Armada baru batik Air jenis Airbus A320 Neo di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis, 6 Februari 2020. Jangkauan jarak pesawat digadang-gadang lebih jauh 900 kilometer ketimbang pesawat sebelumnya. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Tangerang - Diduga ada masalah pada bagian hidrolik, pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6818 rute Jakarta-Padang, mendarat kembali di Bandara Soekarno Hatta setelah beberapa menit lepas landas.

    "Dalam memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan ID-6818, pilot memutuskan untuk untuk melakukan pendaratan kembali ke bandar udara asal (return to base/ RTB)," ujar Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Sabtu 27 November 2021.

    Menurut Danang, pendaratan kembali pesawat Batik Air setelah lepas landas itu dilakukan pilot dikarenakan ada indikator pada kokpit yang menunjukkan pada salah satu sistem hidrolik perlu dilakukan pengecekan atau pemeriksaan.

    Batik Air penerbangan ID-6818 dioperasikan menggunakan Airbus 320-200 registrasi PK-LAZ, dengan jumlah 146 tamu serta 2 (dua) awak kokpit dan 4 (empat) awak kabin. Lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta Kamis 25 November 2021 pukul 16.05 WIB  dan diperkirakan tiba di Bandar Udara Internasional Minangkabau pada 17.35 WIB.

    Danang mengatakan pesawat tersebut mendarat dengan selamat di  Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Setelah pesawat parkir pada tempatnya, seluruh tamu diarahkan menuju ruang tunggu guna mendapatkan informasi lebih lanjut.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.