Kementerian Koperasi Akan Dampingi UKM Berorientasi Ekspor

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pekerja melakukan proses pemotongan bilah Kolintang dengan presisi untuk memenuhi standar kualitas tinggi di Desa Lembean, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, 31 Agustus 2021. Selain itu, Stave juga mengajar grup musik Kolintang di perkantoran dan TNI. Dia pun kerap mendapatkan pesanan Kolintang dari pelanggan dalam dan luar negeri. Bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Kolitang Minahasa produksinya telah diekspor ke sejumlah negara seperti Rusia, Serbia, Australia dan Jepang. ANTARA FOTO/ADWIT B PRAMONO

    Pekerja melakukan proses pemotongan bilah Kolintang dengan presisi untuk memenuhi standar kualitas tinggi di Desa Lembean, Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, 31 Agustus 2021. Selain itu, Stave juga mengajar grup musik Kolintang di perkantoran dan TNI. Dia pun kerap mendapatkan pesanan Kolintang dari pelanggan dalam dan luar negeri. Bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Kolitang Minahasa produksinya telah diekspor ke sejumlah negara seperti Rusia, Serbia, Australia dan Jepang. ANTARA FOTO/ADWIT B PRAMONO

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Bidang UKM Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Hanung Harimba mengatakan pihaknya akan memberikan pendampingan terhadap UKM berorientasi ekspor sehingga memiliki produk yang memenuhi berbagai persyaratan untuk ekspor.

    "Selain itu, Kemenkop akan memberikan informasi mengenai potensi ekspor produk UKM," kata Hanung dalam konferensi pers, Jakarta, Jumat, 26 November 2021.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statisik (BPS) pada 2021, ekspor nasional mengalami peningkatan pada triwulan III 2021 yang mencapai 22,71 persen (quarter to quarter) dengan negara tujuan utama Cina, Amerika, dan Jepang.

    Kenaikan kinerja ekspor ini salah satunya disebabkan oleh peningkatan ekspor non-migas sebesar 6,75 persen dengan produk-produk utama seperti lemak dan minyak hewani/nabati, besi dan baja, alas kaki, ampas, sisa industri makanan, serta berbagai produk kimia.

    "UMKM merupakan salah satu sektor yang turut serta berkontribusi mendorong peningkatan kinerja ekspor Indonesia," ujar Hanung.

    Hanung menerangkan bahwa kebijakan Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021 memberikan insentif kepabeanan bagi UKM berorientasi ekspor.

    UU itu juga memberikan kemudahan impor bahan baku dan bahan penolong industri, serta mendorong pelaku usaha UKM memanfaatkan peluang kemitraan dengan usaha besar sehingga tercipta rantai pasok yang kuat.

    Kemenkop juga akan memberikan bantuan bagi UKM yang memiliki permasalahan pembiayaan dengan memberikan kemudahan akses ke perbankan atau institusi-institusi non-perbankan.

    Salah satunya adalah ekosistem dari FishOn, yaitu sebuah startup yang memberikan implementasi pembinaan UMKM dari hulu ke hilir dengan memberikan pendampingan teknis, pembiayaan, serta kepastian pasar kepada para nelayan.

    "Kita coba kembangkan model-model pembiayaan baru yang berbasis pada ekosistem seperti kita coba di sektor perikanan. Tentunya kita masih perlu mengembangkan model-model pembiayaan yang lebih mudah lagi," ungkap Hanung.

    UKM berorientasi ekspor disebut dapat mengajukan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat Berorientasi Ekspor (KURBE), yang disalurkan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI/Eximbank) dengan plafon pinjaman sebesar Rp50 miliar dan memiliki suku bunga ringan.

    Baca juga: Realisasi Banpres Produktif Usaha Mikro Capai Rp 15,36 T per November 2021

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.