Archi Indonesia Beberkan Pengelolaan Limbah Tambang Emas Toka Tindung

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Lokasi Tailings Storage Facilities (TSF) atau lokasi penampungan limbah hasil pengelohan emas di Tambang Emas Toka Tindung yang dikelola PT Archi Indonesia Tbk, melalui dua anak perusahaan, PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN), di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Kamis, 25 November 2021. Tempo/Fajar Pebrianto

    Lokasi Tailings Storage Facilities (TSF) atau lokasi penampungan limbah hasil pengelohan emas di Tambang Emas Toka Tindung yang dikelola PT Archi Indonesia Tbk, melalui dua anak perusahaan, PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN), di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Kamis, 25 November 2021. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Minahasa Utara -PT Archi Indonesia Tbk membeberkan pengelolaan limbah yang dilakukan di Tambang Emas Toka Tindung di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Limbah ini ditampung di tailing storage facilities atau TSF yang berbentuk danau berukuran sekitar tiga kali lapangan sepakbola.

    "Setiap hari 300 meter kubik masuk ke sini," kata Kepala Teknik Tambang Emas Toka Tindung Hary Irmawan saat ditemui di lokasi tambang, Kamis, 25 November 2021.

    Saat ini, Archi mengelola konsesi tambang seluas 40 ribu hektare. Tapi dari angka tersebut, saat ini baru 10 persen atau 4 ribu hektare area konsesi saja yang sudah dieksplorasi.

    Konsesi dengan izin berupa Kontrak Karya atau KK ini dipegang Archi Indonesia lewat dua anak perusahaan. PT Meares Soputan Mining (MSM) yang berdiri sejak 1986 sekitar, 9 ribu hektare dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) yang berdiri pada 1997, sekitar 31 ribu hektare.

    Lalu di lokasi ini, ada empat open bit atau blok tambang terbuka berupa cekungan. Keempatnya yaitu Blok Toka, Blok Kopra, Blok Alaskar, dan yang terbesar yaitu Blok Araren. Dalam prosesnya, material kasar yang mengandung bijih emas akan dibawa terlebih dahulu ke pabrik pengolahan yang juga berada di lokasi tambang.

    Di sana, material emas akan dipisahkan dengan material limbah. Lalu, keluarlah limbah berupa lumpur basah yang kemudian dialirkan ke TSF yang lokasinya lebih tinggi dibandingkan posisi pabrik. Lumpur ini dialirkan menggunakan pipa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)