Samuel Sekuritas: IHSG Tertekan di Sesi I, Saham Big Cap Rontok

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi Saham atau Ilustrasi IHSG. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Ilustrasi Saham atau Ilustrasi IHSG. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terjerembab di sesi pertama perdagangan Jumat, 26 November 2021, menutup sesi di angka 6.603 atau -1,43 persen lebih rendah dari angka penutupan kemarin (6.699,3).

    Analis Samuel Sekuritas Indonesia menyatakan kondisi ini sejalan dengan keadaan pasar Asia, yang melemah seiring dengan muncul kembalinya kekhawatiran terkait lonjakan Covid-19. Adapun WHO mengumumkan tengah memonitor varian Covid-19 baru di Afrika Selatan bernama B.1.1.529, yang “memiliki banyak tipe mutasi”.

    Di akhir sesi pertama hari ini, Kospi terpantau melemah -1,25 persen, begitu juga Shanghai (-0,5 persen), Nikkei, (-2,62 persen), Hang Seng (-2,13 persen) dan STI (-1,33 persen).

    "Di bursa Indonesia, sebanyak 123 saham menguat, 444 melemah, dan 113 stagnan pada sesi pertama perdagangan hari ini, dengan nilai transaksi mencapai Rp8,9 triliun," dinukil dari keterangan tertulis yang diterima Tempo, Jumat.

    Di akhir sesi pertama hari ini, tercatat angka jual bersih asing sebesar Rp 99,3 miliar di pasar reguler, sementara di pasar negosiasi tercatat jual bersih asing sebesar Rp 12,9 miliar.

    Saham Telkom Indonesia (TLKM) kembali menjadi saham yang paling banyak dibeli investor asing di sesi pertama hari ini, dengan nilai net buy asing mencapai Rp 348,1 miliar, disusul TBIG (Rp 22,1 miliar) dan DMMX (Rp 20,3 miliar)

    Sementara itu, saham dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia, Bank BCA (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing di sesi pertama hari ini, dengan nilai net sell sebesar Rp 148,2 miliar, diikuti BUKA (Rp 74,7 miliar) dan BBNI (Rp 48,7 miliar).

    Salah satu faktor yang menekan IHSG di sesi pertama perdagangan hari ini adalah rontoknya sejumlah saham-saham big cap, salah satunya akibat derasnya arus jual asing di saham-saham tersebut. Beberapa diantaranya yakni BBCA (-1,3 persen), ASII (-3,2 persen), dan BBRI (-0,9 persen).

    Tiga saham pendatang baru di bursa Indonesia menunjukkan pergerakan yang beragam di sesi pertama hari ini; saham emiten pengelola supermarket bahan bangunan Depo Bangunan, PT Caturkarda Depo Bangunan (DEPO) sempat menyentuh titik Rp 745 per saham sebelum menurun kembali dan menutup sesi di titik Rp 620 per saham (+3,33 persen).

    Saham emiten menara telekomunikasi anak usaha TLKM, Dayamitra Telekomunikasi (MTEL) turun tipis ke titik Rp 765 per saham (-1,29 persen). Sementara itu, saham produsen ATK dengan merek Bantex, PT Perma Plasindo (BINO), amblas ke titik ARBnya di titik Rp156 per saham (-6,59 persen).

    Saham pengisi lima besar top gainer di sesi pertama ini (berdasarkan persentase kenaikan) antara lain: KBLV (+24,6 persen ke Rp 1.340 per saham); LUCK (+24,5 persen ke Rp 436 per saham); GZCO (+23,3 persen ke Rp 82 per saham); TIRT (+19,7 persen ke Rp 85 per saham); JAYA (+16 persen ke Rp 145 per saham)

    Sementara itu, lima besar top loser sesi pertama hari ini (berdasarkan persentase penurunan) antara lain: KOBX (-6,9 persen ke Rp 266 per saham); SGER (-6,9 persen ke Rp 1.345 per saham); TNCA (-6,9 persen ke Rp 1.210 per saham); MAPA (-6,9 persen ke Rp 2.560 per saham); INPS (-6,8 persen ke Rp 1.630 per saham)

    Baca Juga: Samuel Sekuritas Perkirakan IHSG Terkoreksi Hari Ini, Konsolidasi di 6.600-6.700 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)