Bos Jasa Marga Sebut 81 Persen Kecelakaan di Jalan Tol karena Faktor Pengemudi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Mobil melintas di Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek di Jatibening, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 12 April 2021.  Peresmian ini dengan Latar belakang pemberian nama Jalan Tol MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed sebagai penghormatan bagi UAE yang telah melakukannya lebih dulu menyematkan nama Presiden Joko Widodo pada salah satu jalan tol strategis di Negara tersebut. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Mobil melintas di Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek di Jatibening, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 12 April 2021. Peresmian ini dengan Latar belakang pemberian nama Jalan Tol MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed sebagai penghormatan bagi UAE yang telah melakukannya lebih dulu menyematkan nama Presiden Joko Widodo pada salah satu jalan tol strategis di Negara tersebut. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Subakti Syukur menjelaskan bahwa sejak Januari hingga Oktober tahun ini, mayoritas kecelakaan di jalan tol terjadi karena kelalaian pengemudi. 

    Subakti menyebutkan, sebanyak 81 persen kecelakaan terjadi karena pengemudi kurang kemampuan dasar dalam mengemudikan kendaraan. Sisanya, 17 persen kecelakaan karena ban dan rem kendaraan tidak dalam kondisi baik, dan 1 persen karena faktor jalan dan lingkungan.

    Adapun faktor pengendara penyebab kecelakaan tertinggi di sepanjang tahun 2021 sebesar 52 persen pengemudi kurang antisipasi dan sisanya atau 45 persen pengemudi yang mengantuk.

    Dari data sepanjang Januari hingga Oktober 2021, kata Subakti, rerata kendaraan yang overspeed atau ngebut sebanyak 14.294 kendaraan per hari. Adapun jumlah kendaraan yang terbanyak mengebut terjadi pada bulan Januari mencapai 24.417 kendaraan per hari.

    Jumlah kendaraan yang overspeed terbanyak di ruas tol Jalan Layang MBZ yaitu 32,66 persen dari total keseluruhan ruas yang dioperasikan JSMR Group.

    Dengan banyaknya data kecelakaan tunggal ini, Jasa Marga terus mengkampanyekan dan mengedukasi pengguna jalan agar selalu mengutamakan keamanan dan keselamatan berkendara. "Ini harus upaya bersama untuk menurunkan tingkat kecelakaan di jalan tol," ucapnya dalam webinar Road Safety Rangers, Kamis, 25 November 2021.

    Data Jasa Marga menunjukkan sepanjang Januari hingga Oktober 2021, terdapat 790 kecelakaan yang terjadi di ruas tol yang dioperasikan BUMN tersebut.

    Angka itu turun dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 862 kecelakaan. Sementara pada tahun 2019 dan 2018 tercatat jumlah kecelakaan masing-masing sebanyak 1.079 dan 1.210 kecelakaan.

    Lebih jauh, Subakti menyatakan, jumlah korban meninggal akibat kecelakaan di jalan tol dari Januari hingga Oktober lalu mencapai 77 jiwa. Sementara pada tahun lalu, terdapat 90 jiwa yang meninggal atau turun dari tahun 2020 dan 2019 yang masing-masing 100 jiwa dan 109 jiwa.

    "Dihimpun Jasa Marga, dari total kecelakaan di 2021 sebesar 44 persen merupakan kecelakaan tunggal," kata Subakti. 

    BISNIS

    Baca: MK Putuskan UU Cipta Kerja Bertentangan dengan UUD 1945, Apa Artinya?

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)