Garuda Pangkas 97 Rute Penerbangan, AP II: Slot Diisi Maskapai Lain

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (kiri) bersama Juru bicara informasi wabah COVID-19 dr. Achmad Yurianto saat memberikan keterangan pers di Ruang Wartawan Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 9 Maret 2020. Kartu ini wajib diisi oleh semua penumpang. TEMPO/Subekti.

    Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (kiri) bersama Juru bicara informasi wabah COVID-19 dr. Achmad Yurianto saat memberikan keterangan pers di Ruang Wartawan Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 9 Maret 2020. Kartu ini wajib diisi oleh semua penumpang. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin memastikan slot penerbangan Garuda Indonesia yang kosong akan diisi oleh maskapai lain. Garuda sebelumnya berencana mengurangi rutenya sebanyak 97 sebagai salah satu upaya restrukturisasi.

    “Slotnya akan menjadi kewenangan bandara dan akan diisi maskapai lain. Namun untuk jumlahnya saat ini masih dinamis,” ujar Awaluddin saat ditemui di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis, 25 November 2021.

    Maskapai pelat merah yang semula memiliki 237 rute itu secara bertahap akan memangkas destinasi penerbangannya hingga menyisakan 140 rute. Awaluddin berujar, bekas slot penerbangan Garuda yang akan digunakan oleh penerbangan lain harus melalui persetujuan Kementerian Perhubungan.

    “Izin rute dan approval juga kan harus melalui regulator,” tutur Awaluddin.

    Efisiensi rute pesawat merupakan salah satu rencana bisnis Garuda yang tercantum dalam proposal restrukturisasi perusahaan. Manajemen telah memetakan rute-rute yang tidak potensial dan merugikan perusahaan, seperti tujuan Tarakan. Selain memangkas rute, Garuda berencana mengurangi frekuensi hingga jenis pesawatnya dari semula 13 jenis menjadi hanya tujuh jenis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)