Ekonomi Bali 2022 Diprediksi Tumbuh 6,2 Persen, Ini Indikator dari BI

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pekerj membersihkan fasilitas di kawasan Pantai Melasti, Badung, Bali, Selasa, 14 September 2021. Pemerintah menurunkan PPKM dari PPKM Level 4 menjadi PPKM Level 3 di seluruh wilayah kabupaten/kota di Provinsi Bali selama perpanjangan PPKM hingga 20 September 2021. ANTARA/Fikri Yusuf

    Pekerj membersihkan fasilitas di kawasan Pantai Melasti, Badung, Bali, Selasa, 14 September 2021. Pemerintah menurunkan PPKM dari PPKM Level 4 menjadi PPKM Level 3 di seluruh wilayah kabupaten/kota di Provinsi Bali selama perpanjangan PPKM hingga 20 September 2021. ANTARA/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, JakartaBank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bali pada 2022 tumbuh positif di kisaran 5,4 persen sampai 6,2 persen.

    "Kami optimistis, Bali bisa bangkit lagi, tumbuh lagi," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali Trisno Nugroho saat menyampaikan Kilas Balik 2021, Prospek Ekonomi Bali 2021 dan Prospek Ekonomi Bali 2022 di Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu 24 November 2021.

    Trisno mengemukakan, dengan memperhatikan hasil-hasil survei, indikator-indikator, memperhatikan kondisi sistem keuangan, stabilitas harga serta keuangan pemerintah, pihaknya telah melakukan perhitungan secara teliti mengenai kinerja perekonomian tahun 2021 dan 2022.

    Berdasarkan seluruh indikator itu, maka pertumbuhan ekonomi Bali hingga akhir 2021 diperkirakan berkisar pada -2,6 persen sampai -1,8 persen.

    Ekonomi Bali pada triwulan III 2021 tercatat terkontraksi 2,91 persen (yoy) dan menjadi yang terendah di Indonesia karena kebijakan pembatasan mobilitas PPKM, setelah sempat tumbuh positif 2,88 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.

    "Sementara itu, untuk tahun 2022, beberapa indikator diperkirakan semakin membaik sehingga pertumbuhan ekonomi akan berkisar pada 5,4 persen sampai dengan 6,2 persen," ucap Trisno. Proyeksi Bali tersebut lebih tinggi dibandingkan nasional yang diperkirakan tumbuh 4,6-5,4 persen pada 2022.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)