Jokowi Sebut untuk Genjot Realisasi Investasi, Pola Jadul Harus Ditinggalkan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Presiden Jokowi mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual bersama  Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Istana Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. KTT ini digelar secara virtual untuk menghindari penularan virus corona. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    Presiden Jokowi mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Istana Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. KTT ini digelar secara virtual untuk menghindari penularan virus corona. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    TEMPO.CO, JakartaPresiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan realisasi investasi sebagai jangkar pemulihan ekonomi harus terus digenjot. Apalagi, saat ini ketidakpastian global berdampak besar bagi perekonomian negara.

    Oleh karena itu, menurut dia, cara-cara lama dalam menarik investasi, tak bisa terus dijalankan. "Pola-pola lama, hal-hal yang jadul semua harus mulai kita tinggalkan. Berikan pelayanan yang terbaik. Baik itu investor kecil. Yang namanya usaha kecil itu juga investor, jangan keliru,” ujarnya, Rabu, 24 November 2021.

    Hal itu disampaikan Kepala Negara saat memberi pengarahan sekaligus membuka Rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi Tahun 2021. 

    Investasi sebagai jangkar pemulihan ekonomi agar pemerintah tak terus terlalu berfokus pada APBN sehingga menimbulkan beban defisit anggaran. "Saya tahu Bu Menkeu ini sangat prudent, sangat hati-hati dalam mengelola APBN kita. Oleh sebab itu, yang di luar APBN ini harus digerakkan, kembali lagi, investasi,” katanya, dikutip dari situs Sekretariat Kabinet.

    Ia juga meminta seluruh jajarannya untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh investor tanpa terkecuali. “Dilayani saja, belum tentu investor datang mau berinvestasi. Apalagi tidak dilayani dengan baik," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)