Bahlil: Jawa Barat dan Jawa Tengah Saling Adu Investasi, Mudah-mudahan Konteks Lain Tidak

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memberikan kata sambutan saat menghadiri acara silaturahim bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Kadin Sulaweai Barat  di Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa 22 Juni 2201. ANTARA FOTO/ Akbar Tado/yu.

    Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memberikan kata sambutan saat menghadiri acara silaturahim bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Kadin Sulaweai Barat di Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa 22 Juni 2201. ANTARA FOTO/ Akbar Tado/yu.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyatakan Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah saling beradu di sektor investasi. Dia mengapresiasi dua provinsi tersebut berhasil mencatatkan prestasi investasi untuk kategori yang berbeda.

    “Untuk (kategori) gubernur memang yang pertama Jawa Tengah, kedua Jawa Barat, ketiga Sumatera Barat. Tapi dalam konteks realisasi investasi, yang menang Jawa Barat. Ini kelihatannya Jawa Barat dan Jawa Tengah saling adu dalam konteks investasi. Mudah-mudahan (konteks) yang lain tidak,” ujar Bahlil dalam rapat koordinasi nasional dan anugerah layanan investasi di Jakarta, Rabu, 24 November 2021.

    Pemerintah pusat memberikan anugerah terhadap pemerintah daerah yang berhasil meningkatkan kinerja di sektor investasi selama 2021. Penilaian capaian investasi, kata Bahlil, dilakukan oleh tim independen dari berbagai kementerian dan lembaga serta Komisi Pemberantasan Korupsi.

    Acara pemberian apresiasi ini sekaligus untuk membahas strategi guna menarik investasi pada tahun depan. Bahlil mengatakan pada 2022, pihaknya mendapatkan target untuk meningkatkan realisasi investasi senilai Rp 1.200 triliun.

    “Angka ini ngeri-ngeri sedap. Karena itu saya undang gubernur, bupati, dan DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) hadir sama-sama untuk mendorong masuknya investasi,” ucap Bahlil.

    Target investasi pada 2022 itu naik sebesar Rp 300 triliun dari target 2021 yang sebesar Rp 900 triliun. Bahlil bercerita bahwa target investasi 2021 diberikan oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Sejatinya, kata dia, target dari Jokowi lebih besar ketimbang target investasi Bappenas senilai Rp 865 triliun.

    Saat ini Kementerian Investasi mencatat realisasi investasi telah mencapai 63 persen. Ke depan, Kementerian Investasi telah menyusun strategi untuk mendongkrak nilai investasi, seperti mengawalnya secara end to end. “Dari 34 provinsi, dibagi ada 600-700 perusahaan, itu yang dikawal. Dengan begitu kenaikannya 23-33 persen,” ujar Bahlil.

    Baca: Fintech Lending Pintek Raih Pendanaan Rp 100 Miliar, Akan Digunakan untuk Apa?

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.