Jokowi: Kita Telah Suntikan 226 Juta Dosis Vaksin hingga 23 November 2021

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Presiden Joko Widodo meninjau vaksinasi massal untuk pelajar di SMPN 3 Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis 19 September 2021. ANTARA FOTO/Setpres-Agus Suparto

    Presiden Joko Widodo meninjau vaksinasi massal untuk pelajar di SMPN 3 Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis 19 September 2021. ANTARA FOTO/Setpres-Agus Suparto

    TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan pemerintah telah menyuntikkan vaksin Covid-19 sebanyak 226 juta dosis kepada masyarakat hingga 23 November 2021.

    "Vaksinasi ini juga sangat penting. Bahwa per 23 November 2021, dosis yang telah kita suntikan berada di 226 juta dosis," kata Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) yang disiarkan secara virtual Rabu, 24 November 2021.

    Jumlah itu terbagi atas 65 persen vaksin dosis pertama dan 43,3 persen vaksin dosis kedua.

    Menurutnya, hal itu patut disyukuri. Dia juga berharap di akhir tahun ini target vaksinasi bisa tercapai di 280 hingga 290 juta dosis yang harus sudah tersuntikan kepada masyarakat.

    Jokowi juga mengatakan bahwa saat ini kasus Covid-19 sudah dapat diturunkan. Dari pertengahan Juli, di mana kasus harian berada di 56 ribu, saat ini sudah turun menjadi 394 kasus per hari.

    "(Pertengahan Juli) sangat ngeri sekali waktu itu. Saat datang ke rumah sakit semua, terlebih Jawa dan Bali pada kondisi keterisian yang tinggi di atas 90 persen. Alhamdulillah 23 November kemarin, kasus harian berada di 394 kasus dari yang pada saat puncaknya di angka 56 ribu kasus per hari," ujarnya.

    Indonesia telah mengalami kondisi pandemi Covid-19 satu setengah tahun. Dia mengatakan bahwa sebelumnya pemerintah hanya berpikir urusan kesehatan, menyelesaikan vaksinasi, tapi ternyata dampak dari pandemi ini kemana-mana.

    Hampir dari semua negara saat ini, kata dia, mulai ada kelangkaan energi, kelangkaan kontainer, inflasi yang naik, kemudian ada kenaikan harga produsen yang imbasnya masih pada harga-harga tingkat-tingkat konsumen.

    Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan yang berkomunikasi sangat baik hingga bisa mengatasi masalah-masalah.

    "Hal itu harus diteruskan dengan kehati-hatian karena memang ketidakpastian ada dimana-mana, sulit dikalkulasi dan sulit diukur. Tapi kuncinya adalah bagaimana kita bisa mengendalikan pandemi yang ada di negara kita," kata Jokowi.

    Baca Juga: Waspadai Lonjakan Covid Saat Natal, Airlangga: Tahun Ini Beda dengan Sebelumnya

     

     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.