LRT Jabodebek Akan Beroperasi pada Agustus 2022 Tanpa Masinis

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Kereta Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek tengah terparkir di Stasiun Harjamukti, Cibubur, Jawa Barat, Kamis, 10 Desember 2020. Hingga saat ini sebanyak 11 rangkaian dari total 31 rangkaian LRT telah dikirim oleh PT INKA (Persero) untuk dilakukan pengujian. Tempo/Tony Hartawan

    Kereta Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek tengah terparkir di Stasiun Harjamukti, Cibubur, Jawa Barat, Kamis, 10 Desember 2020. Hingga saat ini sebanyak 11 rangkaian dari total 31 rangkaian LRT telah dikirim oleh PT INKA (Persero) untuk dilakukan pengujian. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI memastikan kereta layang ringan atau LRT Jabodebek akan beroperasi pada Agustus 2022 menggunakan sistem kendali berbasis komunikasi dengan grade of automation (GoA) tingkat 3. Sistem ini memungkinkan kereta beroperasi secara otomatis tanpa masinis.

    “Meski LRT Jabodebek akan beroperasi tanpa masinis, nantinya terdapat dua orang petugas pada setiap rangkaian LRT Jabodebek, yaitu satu orang train attendant dan satu orang security,” ujar Vice President Public Relations PT KAI Joni Martinus pada Selasa, 23 November 2021.

    Train attendant bertugas memastikan LRT Jabodebek berjalan normal. Mereka juga akan memberikan informasi serta pelayanan kepada pelanggan.

    Pada saat terjadi gangguan, train attendant akan bertugas mengemudikan kereta dengan kecepatan terbatas dan membuka-tutup pintu LRT.

    KAI pun kini tengah menyiapkan para petugas train attendant dan sumber daya manusia lainnya untuk mendukung pengoperasian kereta. “KAI saat ini sedang menyiapkan 123 orang train attendant untuk bertugas di 27 rangkaian kereta LRT Jabodebek,” tutur Joni.

    Untuk menjamin kualitas SDM, KAI menetapkan kualifikasi khusus untuk train attendant sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 4 Tahun 2017 tentang Sertifikasi Kecakapan Awak Sarana Perkeretaapian. Sesuai Peraturan Menteri tersebut, train attendant harus sehat jasmani dan rohani serta tidak buta warna.

    Berbeda dengan masinis, train attendant LRT Jabodebek harus mampu berbahasa Inggris karena selama perjalanan, mereka akan berinteraksi langsung dengan para penumpang. Joni melanjutkan, KAI akan memberikan pelatihan selama 2,5 bulan kepada train attendant di Balai Pelatihan Teknik Perkeretaapian (BPTP) Sofyan Hadi Bekasi.

    Baca: Ruas Tol Trans Sumatera yang Ditargetkan Mulai Konstruksi Paling Lambat di 2024

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)