UMP DKI Hanya Naik Rp 37 Ribu, Pekerja: Akan jadi Efek Bola Salju Ekonomi Daerah

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Demo buruh di depan Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis 16 November 2021 untuk meminta kenaikan UMP 2022. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Demo buruh di depan Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis 16 November 2021 untuk meminta kenaikan UMP 2022. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, JakartaSekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar memperkirakan penetapan upah minimum provinsi atau UMP DKI Jakarta yang hanya naik 0,85 persen pada tahun depan hanya akan memperburuk perekonomian daerah.

    "Kalau upah tergerus karena inflasinya lebih tinggi dari kenaikan upah, maka akan menjadi efek bola salju yang merugikan perekonomian daerah," ujar Timboel ketika dihubungi, Senin, 22 November 2021. "Saya khawatir akan terjadi penurunan daya beli."

    Pernyataan tersebut merespons penetapan UMP DKI Jakarta tahun 2022 pada Ahad pekan lalu sebesar Rp 4.453.935. Sementara pada tahun 2021 ini UMP DKI Jakarta sebesar Rp 4.416.186.

    Dengan kenaikan hanya sebesar Rp 37.749 tersebut, menurut Timboel, sudah pasti upah baru pekerja tak akan tergerus inflasi tahunan yang kini sudah mencapai 1,14 persen. 

    Oleh karena itu, menurut dia, Pemprov DKI harus mengambil sejumlah langkah untuk mencegah penurunan daya beli, misalnya dengan memberi subsidi dengan menggunakan instrumen APBD.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)