Pelabuhan Patimban Akan Diambil Alih Oleh PPI-Jepang Mulai 16 Desember

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) mengekspor mobil MPV All New Suzuki Ertiga ke Brunei Darussalam dalam pembukaan Pelabuhan Patimban pada Minggu, 20 Desember 2020. FOTO: PT SIM

    PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) mengekspor mobil MPV All New Suzuki Ertiga ke Brunei Darussalam dalam pembukaan Pelabuhan Patimban pada Minggu, 20 Desember 2020. FOTO: PT SIM

    TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Perhubungan akan mulai menyerahkan pengoperasian Pelabuhan Patimban ke PT Pelabuhan Patimban Indonesia (PPI) dan Toyota Tsusho Corporation pada 16 Desember 2021. Pelabuhan yang berlokasi di Subang, Jawa Barat, tersebut sebelumnya dikelola PT Pelindo III (Persero).

    “Setelah serah-terima dilakukan, diharapkan pada 17 Desember 2021 sudah dimulai kegiatan ekspor di pelabuhan ini,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangannya, Kamis malam, 19 November 2021.

    Budi Karya meninjau pengoperasian Pelabuhan Patimbang bersama Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelang pengalihan operator. Pelabuhan ini telah beroperasi sekitar satu tahun sejak pertama kali diresmikan pada 2020.

    Kementerian Perhubungan mencatat, sejak Januari hingga November 2021, kegiatan bongkar-muat di Pelabuhan Patimban sudah mencapai 12.335 unit kendaraan. Puluhan ribu kendaraan itu diangkut oleh sembilan kapal dengan rute Patimban-Belawan dan Patimban-Makassar.

    Kapal-kapal yang dimaksud meliputi Ferrindo 5, Serasi V, MV Ostina, Kalimantan Leader, Harmoni Mas 3, Serasi I, Harmoni Mas 8, MV Sulawesi Leader, dan KM Panorama Nusantara. Dalam tinjuannya, Luhut mengatakan pemerintah akan mendukung kesiapan kegiatan ekspor di pelabuhan itu.

    Sembari berjalan, pemerintah menyiapkan akses jalan tol yang ditargetkan selesai pada 2023. Pelabuhan Patimban digadang-gadang menjadi cikal-bakal kawasan industri dan perkotaan baru di Jawa Barat bernama Rebana Metropolitan. Kawasan Rebana mencakup Cirebon, Subang, Patimban, dan Kertajati.

    “Kehadiran pelabuhan ini akan menciptakan sekitar 4,3 juta peluang pekerjaan pada 2030, yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Luhut.

    Luhut berharap, kepadatan lalu-lintas logistik di Jakarta akan berkurang setelah Pelabuhan Patimban beroperasi. “Sehingga tidak perlu ke Priok, bisa langsung ke Pelabuhan Patimban,” ucap Luhut, mengimbuhkan.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA

    BACA: Luhut Cek Pelabuhan Patimban Sebelum Diserahkan ke PPI-Jepang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)