Pemprov hingga PBNU Minati Pesawat N219 Buatan PTDI, Berapa Harganya?

Pesawat N219 melintasi taxi way usai terbang perdana di hanggar PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat, 16 Agustus 2017. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta -PT Dirgantara Indonesia (Persero) mengatakan total potensi kebutuhan pesawat N219 berdasarkan letter of intent atau memorandum of understanding mencapai 53 unit.

Minat untuk membeli pesawat buatan dalam negeri itu muncul dari pemerintah provinsi, kementerian, lembaga, operator dalam negeri, hingga yang terbaru dari organisasi masyarakat, PB Nahdlatul Ulama alias PBNU.

Lantas, berapa biaya yang harus dirogoh para peminat untuk memboyong pesawat yang dikembangkan PTDI tersebut?

Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PT Dirgantara Indonesia Gita Amperiawan mengatakan harga pesawat N219 dengan konfigurasi pesawat penumpang dibanderol US$ 6,8 juta atau sekitar Rp 97,24 miliar (asumsi kurs Rp 14.300 per dolar AS).

"Harga pesawat N219 adalah US$ 6,8 juta dengan konfigurasi passenger," ujar Gita kepada Tempo, Senin, 15 November 2021.

Gita mengatakan untuk permulaan, PTDI berencana memasarkan pesawat N219 ke pasar domestik. Ia merinci potensi kebutuhan pesawat pesawat N219 berdasarkan LoI/MoU yg telah adalah sejumlah 53 unit, dengan rincian tujuh unit berasal dari pemerintah provinsi, satu dari kementerian/lembaga dan 45 unit merupakan potensi kebutuhan dari operator dalam negeri.






3 Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Tak Dikonsumsi Penumpang Pesawat

1 hari lalu

3 Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Tak Dikonsumsi Penumpang Pesawat

Pramugari membagikan apa yang tidak boleh penumpang pesawat makan atau minum saat terbang.


Teddy Minahasa Sempat Minta Doddy Prawiranegara Antar 5 Kilogram Sabu Gunakan Pesawat

1 hari lalu

Teddy Minahasa Sempat Minta Doddy Prawiranegara Antar 5 Kilogram Sabu Gunakan Pesawat

Teddy Minahasa sempat meminta Doddy Prawiranegara untuk mengantar sabu seberat lima kilogram menggunakan pesawat ke Jakarta, namun hal itu ditolak.


Persiapan Bandara Ngurah Rai Bali Layani Pesawat Komersil Terbesar di Dunia

2 hari lalu

Persiapan Bandara Ngurah Rai Bali Layani Pesawat Komersil Terbesar di Dunia

Sejumlah persiapan dilakukan dari sekarang untuk menyambut pendaratan pesawat Airbus A380 di Bandara Ngurah Rai Bali.


Megawati Cerita saat Bung Karno Sebut Kalangan NU Pejuang

3 hari lalu

Megawati Cerita saat Bung Karno Sebut Kalangan NU Pejuang

Megawati kemudian protes lagi kepada Bung Karno. "'Diajarinya pakai sepatu. Itu kenapa pakai sandal semua?'.


Pengiriman Terakhir Boeing 747, Selamat Tinggal Sang Ratu Angkasa

3 hari lalu

Pengiriman Terakhir Boeing 747, Selamat Tinggal Sang Ratu Angkasa

Setelah lima dekade, permintaan konsumen untuk Boeing 747 terus menurun.


Saat Hubungan NU dan PKB Kembali Hangat Diperbincangkan

3 hari lalu

Saat Hubungan NU dan PKB Kembali Hangat Diperbincangkan

Soal hubungan NU dan PKB kembali hangat dibicarakan. Said Aqil Siradj menyebut yang mengatakan itu lupa sejarah.


Sebelum Ada Pesawat, Bagaimana Jemaah Haji Indonesia Berangkat ke Tanah Suci?

4 hari lalu

Sebelum Ada Pesawat, Bagaimana Jemaah Haji Indonesia Berangkat ke Tanah Suci?

Jemaah haji Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci sudah ada sejak abad 19 akhir. Mereka menggunakan kapal dagang.


Soal NU Harus Jauh dari PKB, Said Aqil: Yang Ngomong Tak Senang dengan Muhaimin

4 hari lalu

Soal NU Harus Jauh dari PKB, Said Aqil: Yang Ngomong Tak Senang dengan Muhaimin

Mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj membantah pernyataan yang menyebut NU harus jauh dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).


Kemenhub Pastikan Kesiapan Bandara Ngurah Rai Sambut Kedatangan Pesawat Komersil Terbesar

4 hari lalu

Kemenhub Pastikan Kesiapan Bandara Ngurah Rai Sambut Kedatangan Pesawat Komersil Terbesar

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan kesiapan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, yang akan kedatangan pesawat komersil terbesar di dunia Airbus A380 milik maskapai Emirates.


Alquran Dibakar, Gus Yahya Staquf: Rasmus Paludan Berbuat Sia-sia

6 hari lalu

Alquran Dibakar, Gus Yahya Staquf: Rasmus Paludan Berbuat Sia-sia

Gus Yahya menilai Rasmus Paludan orang putus asa yang hilang akal karena melihat kekalahan tak terhindarkan dari kesombongan identitasnya sendiri.