Terpopuler Bisnis: Satgas BLBI soal Aset Tutut Soeharto, MUI Haramkan Kripto

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Putri tertua Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut. TEMPO/Suryo Wibowo.

    Putri tertua Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut. TEMPO/Suryo Wibowo.

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita terpopuler pada hari Jumat, 12 November 2021 dimulai dari Satuan Tugas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia atau Satgas BLBI yang menjawab soal rencana penyitaan aset Tutut Soeharto.

    Berikutnya ada berita respons Indodax usai MUI haramkan kripto dan Susi Pudjiastuti menyindir Puan Maharani. Lalu ada tanggapan rektor ITB soal fotonya dijual di NFT dan peresmian Sirkuit Mandalika oleh Presiden Jokowi.

    Kelima berita itu terpantau paling banyak diakses oleh para pembaca kanal Ekonomi dan Bisnis Tempo.co. Berikut ringkasan dari kelima berita trending tersebut. 

    1. Satgas BLBI Sudah Sita Aset Milik Tommy Soeharto, Kapan Giliran Tutut?

    Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia atau Satgas BLBI pada pekan lalu sudah bergerak menyita empat aset berupa tanah debitur atas nama PT Timor Putra Nasional (TPN) milik Tommy Soeharto.

    Lalu kapan giliran Satgas BLBI menyita aset milik Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut Soeharto? Apalagi berdasarkan dokumen penanganan hak tagih negara dana BLBI tertanggal 15 April 2021, nama Tutut termasuk dalam daftar prioritas Satgas.

    "Semuanya kita sedang melaksanakan, tapi rencana-rencana itu tentunya tidak bisa kami sampaikan kepada rekan-rekan media," ujar Direktur Hukum dan Humas Ditjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Tri Wahyuningsih Retno Mulyani dalam bincang bersama media, Jumat, 12 November 2021.

    Simak lebih jauh tentang Tommy Soeharto di sini. 


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.