Berantas Pinjol Ilegal, Aftech dan Pemerintah akan Luncurkan Situs

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Suasana penggerebekan kantor pinjaman online (pinjol) ilegal di Cengkareng, Jakarta Barat, 13 Oktober 2021. Unit Krimsus Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat menggerebek sebuah ruko yang ternyata merupakan kantor sindikat pinjol ilegal. Dok. Humas Polres Jakpus

    Suasana penggerebekan kantor pinjaman online (pinjol) ilegal di Cengkareng, Jakarta Barat, 13 Oktober 2021. Unit Krimsus Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat menggerebek sebuah ruko yang ternyata merupakan kantor sindikat pinjol ilegal. Dok. Humas Polres Jakpus

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Fintech Indonesia atau Aftech berkolaborasi dengan pemerintah dan regulator, akan meresmikan peluncuran situs www.cekfintech.id pada launching Bulan Fintech Nasional 2021 di 11 November 2021. Situs tersebut untuk mendukung pemberantasan pinjaman online atau pinjol ilegal.

    "Ini kami luncurkan adalah untuk mendukung pemberantasan fintech ilegal, yaitu situs www.cekfintech.id," kata Ketua Umum Aftech Pandu Sjahrir dalam konferensi pers virtual, Senin, 8 November 2021.

    Di situs www.cekfintech.id memungkinkan masyarakat untuk mengetahui legal atau tidaknya suatu aplikasi pinjol, menampilkan daftar penyelenggara fintech dengan status tercatat/terdaftar/berizin dari BI/OJK/Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) beserta sosial media resmi mereka.

    "Serta untuk melakukan pengecekan apakah nomor rekening yang digunakan oleh pinjol terlibat dalam tindak kejahatan," ujarnya.

    Adapun berkolaborasi dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), Aftech akan menyelenggarakan kegiatan sebulan penuh yang bertajuk Bulan Fintech Nasional (BFN) dengan tagar #FintechAmandanNyaman. BFN akan dimeriahkan dengan berbagai promo menarik dan kegiatan-kegiatan peningkatan literasi keuangan untuk masyarakat.

    Advisor Grup Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan Maskum mengatakan perkembangan Fintech sangat membantu upaya meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat.

    "Untuk mendorongnya, OJK mendukung kegiatan Bulan Fintech Nasional ini yang sekaligus bisa mengedukasi masyarakat untuk semakin pintar memanfaatkan produk dan layanan Fintech seperti Fintech lending, Fintech payment, dan lainnya secara aman," kata Maskum.

    Hingga 2019, komposisi masyarakat yang tidak memiliki rekening di bank
    (unbanked) mencapai 92 juta orang dan masyarakat underbanked, yakni mereka yang punya rekening namun belum bisa memanfaatkan jasa keuangan seperti investasi, kredit, dan asuransi, mencapai 47 juta orang.

    Menurutnya, fintech terus bertumbuh seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi informasi di tanah air.

    Baca Juga: OJK Ungkap Aturan Fintech Masuk UU dan Sanksi untuk Yang Ilegal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)