Sandiaga Uno: Kita Harus Lakukan Apa Pun untuk Selamatkan Garuda

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Bantuan setengah juta vaksin dari Pemerintah Persatuan EmiratArab, tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta, Sabtu, 1 Mei 2021. Vaksin produksi Sinopharm, asal dari Tiongkok tersebut tiba menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA-891. Foto/Kominfo

    Bantuan setengah juta vaksin dari Pemerintah Persatuan EmiratArab, tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta, Sabtu, 1 Mei 2021. Vaksin produksi Sinopharm, asal dari Tiongkok tersebut tiba menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA-891. Foto/Kominfo

    TEMPO.COJakarta  - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan langkah apa pun harus dilakukan untuk menyelamatkan maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Karena itu, ia mendukung akselerasi langkah pemulihan perseroan, khususnya melalui langkah restrukturisasi.

    "Restrukturisasi ini harus kita dukung bersama karena Garuda adalah National Flag Carrier, jadi bendera merah putih menempel di Garuda. Kita harus melakukan langkah apa pun untuk menyelamatkan Garuda," ujar Sandiaga dalam konferensi pers, Senin, 1 November 2021.

    Langkah penyelamatan Garuda yang dimaksud Sandiaga meliputi konsep good corporate governance atau tata kelola yang baik. Ia yakin tata kelola yang baik disertai itikad baik dan profesionalisme akan memulihkan industri penerbangan Tanah Air.

    "Saya yakin industri penerbangan komersial akan kembali pulih dan semua kita ikhtiarkan untuk kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Sandiaga.

    Sebelumnya, Direktur Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan berbagai upaya terus dilakukan Garuda untuk terus mengakselerasikan langkah pemulihan kinerja, salah satunya dilakukan melalui restrukturisasi kewajiban usaha bersama seluruh krediturnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan agar National Flight Carrier tetap memberikan layanan kepada masyarakat.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.