Garuda Buka Suara Soal Bos Plesir Difasilitasi Kantor

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Irfan Setiaputra mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 21 Juni 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Irfan Setiaputra mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 21 Juni 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk buka suara soal tudingan Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) yang menyebut Direktur Utama Perseroan, Irfan Setiaputra, berlibur ke Amerika Serikat menggunakan fasilitas kantor. Manajemen menyebut kepergian Irfan adalah untuk menghadiri IATA Annual General Meeting and World Air Transport Summit 2021.

    "IATA mengagendakan pertemuan pimpinan maskapai global guna membahas berbagai tantangan industri penerbangan di masa pandemi," ujar Vice President Corporate Secretary & Investor Relations Garuda Indoensia Mitra Piranti, Kamis, 28 Oktober 2021.

    Mitra menjelaskan, keikutsertaan Irfan pada agenda tersebut menunjukan komitmen Garuda Indonesia untuk berperan aktif pada diskusi global. Garuda, kata dia, berfokus terhadap pemulihan industri penerbangan internasional.

    Selain menghadiri forum IATA Annual General Meeting and World Air Transport Summit 2021, Irfan menghadiri 15 pertemuan dengan sejumlah mitra strategis Garuda. Misalnya dengan pihak manufaktur, lessor, airline partner, hingga financial advisor untuk berdiskusi perihal percepatan proses restrukturisasi perusahaan.

    "Lebih lanjut, dalam kesempatan terpisah, beliau juga menyempatkan diri bertemu dengan partner kargo dan ground handling di Amsterdam untuk mendiskusikan fokus peningkatan layanan kargo dari Amsterdam menuju Indonesia," tutur Mitra.

    Adapun untuk menghadiri agenda tersebut, Mitra mengatakan Irfan menggunakan masa cuti tahunannya. Kementerian BUMN, ucap dia, telah memberi persetujuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)