Wajib PCR Diperluas Sebagai Syarat Perjalanan, Epidemiolog: Tidak Cost Effective

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petugas Kesehatan mendata warga saat mengikuti tes swab PCR di kantor Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Selasa, 5 Januari 2020. Dalam upaya melacak penyebaran Covid-19 di Kota Depok yang Berstatus zona merah, Swab PCR gratis bagi warga dilakukan di Kecamatan Pancoran Mas sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas Kesehatan mendata warga saat mengikuti tes swab PCR di kantor Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Selasa, 5 Januari 2020. Dalam upaya melacak penyebaran Covid-19 di Kota Depok yang Berstatus zona merah, Swab PCR gratis bagi warga dilakukan di Kecamatan Pancoran Mas sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.COJakarta - Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman, menilai rencana pemerintah memperluas wajib PCR sebagai syarat perjalanan adalah kebijakan yang tidak efektif secara biaya.

    "Kalau mau intervensi kesehatan publik, misalnya diterapkan di moda transportasi, ya bisa saja, tapi kalau cari yang cepat, murah, dan efektif itu ya rapid test. kalau PCR itu tidak cost effective," ujar Dicky kepada Tempo, Rabu, 27 Oktober 2021.

    Dicky menduga ada kesalahpahaman mengenai testing sebagai strategi kesehatan masyarakat dan testing sebagai alat diagnosa di rumah sakit.

    Kalau tes dengan tujuan kesehatan publik, menurut Dicky, WHO sudah merekomendasikan bahwa dapat dilakukan menggunakan uji cepat atau rapid test. Berdasarkan uji di Inggris, rapid test memiliki sensitivitas 97 persen untuk mendeteksi seseorang yang terinfeksi Covid-19.

    Rapid test dinilai dapat digunakan untuk tujuan tersebut lantaran efektif secara biaya. Selain harganya murah, hasil bisa diperoleh lebih mudah dan cepat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi dan Fakta-fakta Penembakan di Exit Tol Bintaro

    Terjadi insiden penembakan di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan, pada Jumat malam, 26 November 2021. Salah satu dari korban meninggal dunia.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)