Bahlil Cerita Diprotes Banyak Warga Papua soal Smelter Freeport di Gresik

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memberikan kata sambutan saat menghadiri acara silaturahim bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Kadin Sulaweai Barat  di Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa 22 Juni 2201. ANTARA FOTO/ Akbar Tado/yu.

    Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memberikan kata sambutan saat menghadiri acara silaturahim bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Kadin Sulaweai Barat di Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa 22 Juni 2201. ANTARA FOTO/ Akbar Tado/yu.

    TEMPO.COJakarta - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menerima serangkaian protes pasca dimulainya pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur. Protes datang dari pengusaha di Kamar Dagang dan Industri (Kadin), asosiasi, kelompok intelektual, hingga organisasi pemuda dan adat di Papua.

    "Saya banyak dapat protes, surat banyak sekali, bahkan ada yang katakan kepada saya, seperti kakak bukan dari Papua saja," kata Bahlil yang lama berbisnis di Papua ini dalam konferensi pers virtual, Rabu, 27 Oktober 2021.

    Pembangunan smelter atau pemurnian tambang mineral Freeport ini ada di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik. Smelter ini ditargetkan dapat beroperasi pada 2023.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi langsung meresmikan peletakan batu pertama pembangunan smelter pada Selasa, 12 Oktober 2021. Saat peresmian, Jokowi menyebut smelter ini dibangun dengan desain single line dan terbesar di dunia.

    Smelter ini, kata dia, mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun atau 480.000 ton logam tembaga. "Ini besar sekali," ujar Jokowi seperti disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa, 12 Oktober 2021.

    Jokowi menyebut, pembangunan smelter di dalam negeri ini merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah terkait industri tembaga setelah Indonesia menguasai 51 persen saham Freeport.

    Bahlil kemudian menjelaskan keputusan pembangunan smelter Freeport di Gresik sudah diputuskan sejak 2017-2018. Kala itu, Bahlil belum masuk ke pemerintahan Jokowi.

    Ia menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada Oktober 2019. Lalu, Bahlil diangkat menjadi Menteri Investasi pada April 2021.

    Bahlil mengatakan pada 2017-2018, smelter diputuskan tidak dibangun di Papua karena masalah infrastruktur yang dianggap belum memenuhi. Salah satunya seperti pasokan listrik. Sehingga akhirnya, pemerintah memutuskan lokasinya ada di Gresik.

    Saat ini, kata Bahlil, kapasitas produksi tembaga di Freeport mencapai 3 juta ton. Sebanyak 1,3 juta dialokasikan untuk memenuhi kapasitas pabrik eksisting Freeport yang ada di Gresik. Lalu, 1,7 juta ton inilah yang bakal dipasok ke smelter di (JIIPE) yang baru diresmikan Jokowi.

    Baca: Jokowi Minta Tarif Tes PCR Rp 300.000, Ridwan Kamil: Kalau Bisa Lebih Murah Lagi

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi dan Fakta-fakta Penembakan di Exit Tol Bintaro

    Terjadi insiden penembakan di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan, pada Jumat malam, 26 November 2021. Salah satu dari korban meninggal dunia.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)