Airlangga Sebut Kartu Sembako akan Ditop-up, Segini Besarannya

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Warga menunjukan buku tabungan dan kartu ATM berisi uang Rp600ribu usai melakukan pencairan bantuan sosial (bansos) yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak pandemi virus Corona dari Pemerintah Provinsi Banten di Serua, Tangerang Selatan, Banten, Rabu, 6 Mei 2020. Sebanyak 62.668 kepala keluarga (KK) di Tangerang Selatan mendapatkan bantuan sosial dengan rincian 10.924 KK mendapatkan bansos uang tunai sebesar Rp600ribu dan 62.668 KK mendapatkan bansos paket sembako. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Warga menunjukan buku tabungan dan kartu ATM berisi uang Rp600ribu usai melakukan pencairan bantuan sosial (bansos) yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak pandemi virus Corona dari Pemerintah Provinsi Banten di Serua, Tangerang Selatan, Banten, Rabu, 6 Mei 2020. Sebanyak 62.668 kepala keluarga (KK) di Tangerang Selatan mendapatkan bantuan sosial dengan rincian 10.924 KK mendapatkan bansos uang tunai sebesar Rp600ribu dan 62.668 KK mendapatkan bansos paket sembako. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan melakukan isi ulang atau top-up kartu sembako hingga akhir tahun ini. Isi ulang akan dilakukan untuk periode tiga bulan dengan masing-masing sebesar Rp 300 ribu.

    "Terkait top-up kartu sembako sudah dirapatkan secara teknis. Ini akan pakai dana optimalisasi di Kementerian Sosial," ujar Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto, Selasa, 26 Oktober 2021.

    Airlangga mengatakan top-up dilakukan untuk 35 kabupaten prioritas. Pasalnya, ia mengatakan program tersebut adalah bagian dari penanganan kemiskinan ekstrem.

    "Pada Desember, BPS akan melakukan sensus kemiskinan di 35 kabupaten tersebut," ujar Airlangga.

    Di samping memperpanjang pemberian dana di kartu sembako, Airlangga mengatakan pemerintah memutuskan untuk memperluas cakupan bantuan subsidi upah. Hal ini dilakukan lantaran ada sisa anggaran dari program tersebut.

    Semula, bantuan tersebut diberikan bagi mereka yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat level 4 dan 3. Adapun jumlah target penerima sebelumnya adalah 8.783.350 penduduk dengan dipa Rp 8,7 triliun.

    "Ada sisa dana BSU Rp 1.781.577.000.000, sehingga penerima BSU diperluas," ujar Airlangga.

    Perluasan cakupan penerima bantuan subsidi upah tersebut, kata Airlangga, sesuai dengan usulan Kementerian Ketenagakerjaan. Untuk itu, ia berharap perluasan tersebut dapat dilaksanakan tanpa adanya perubahan kriteria penerima.

    "Dengan sisa anggaran ini, akan ada perluasan 1,6 juta sasaran pekerja dengan jumlah anggaran sekitar Rp 1,6 triliun," ujar dia.

    Baca Juga: Tambah Anggaran Kartu Sembako Rp 7,52 T, Berikut Penjelasan Sri Mulyani


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)