West Java Investment Summit 2021 Bukukan Investasi Rp 6,5 Triliun

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi investasi. pixabay

    Ilustrasi investasi. pixabay

    TEMPO.CO, Jakarta - Ajang The 3rd West Java Investment Summit 2021 resmi ditutup dengan membukukan transaksi investasi sebesar Rp 6,5 triliun. Pemilik proyek maupun investor pun telah menandatangani kerja sama.

    "Alhamdulillah ada 740 lebih yang register untuk mengikuti 'one on one meeting' dan presentasi dari proyek yang kami tawarkan. Peserta hadir dari 17 negara dalam dua hari ini yang berjalan dengan sangat baik. Tadi pagi kami sudah mempresentasikan investasi yang  skalanya kecil dari sektor pariwisata, perdagangan, kemudian kawasan industri.Jawa Barat serta ada awarding pada CIFEST," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Nengsih dalam keterangan persnya, Sabtu, 23 Oktober 2021.

    Pada WJIS tahun ini ditawarkan 31 proyek dengan nilai investasi sebesar Rp 41 triliun.

    Menurut Noneng, nilai investasi Rp 6,5 triliun yang telah dihasilkan kemungkinan besar bertambah seiring komunikasi informal dan pendekatan lanjutan antara pemilik proyek dan investor setelah WJIS berakhir.

    Selanjutnya, katanya, usai penandatanganan kerja sama investor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengawal hingga proyek tersebut berhasil dibangun. Hal itu mulai dari kemudahan akses perizinan dalam sistem OSS yang memudahkan investor dalam berinvestasi. "Kami akan pantau terus dalam kurun waktu setiap triwulan sekali," ujarnya.

    Noneng optimistis WJIS berikutnya dapat diselenggarakan di luar ruangan dengan peserta lebih banyak di tempat acara seiring dengan semakin banyak warga yang divaksin.

    "Untuk tahun depan mudah-mudahan pandemi berakhir. Mudah-mudahan tahun depan bisa outdoor, tatap muka, mungkin bisa banyak yang hadir. Mudah-mudahan sudah selesai Covid-nya," ujarnya.

    Menurut Noneng, semakin siap sebuah event investasi maka akan semakin banyak pula calon investor yang tertarik menggarap proyek investasi di Jabar ini.

    Ada potensi WJIS 2022 terbagi dua yakni proyek skala sedang-besar dan proyek skala kecil (UMKM) sesuai arahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

    Noneng menegaskan WJIS memperkuat imej Jawa Barat sebagai destinasi terbaik investasi di Indonesia. "Bahkan kata Pak gubernur menjadi destinasi terbaik untuk Asia Tenggara. Mungkin kesadaran kita semua bagaimana caranya kita semua bisa mengakses terhadap investasi tersebut, berkembang bersama, dan tentu saja sejahtera bersama untuk seluruh masyarakat Jawa Barat," katanya.

    Atas sukses dan lancarnya WJIS 2021, Noneng menghaturkan banyak terima kasih pada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat sebagai pihak yang menginisiasi, para pemilik proyek, investor yang datang, hingga media peliput.

    Hal senada dikatakan Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar Taufik Saleh. Menurutnya, komitmen investasi yang tercapai dalam WJIS 2021 harus terus dikawal hingga terealisasi.

    "Jadi kalau dari WJIS sekarang sudah ada berbagai macam komitmen. Tentu harapannya segera diikuti dengan berbagai realisasi investasi. Angka realisasi investasi ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi Jabar," kata Taufik.

    Taufik optimistis perekonomian Jawa Barat akan terus membaik tahun depan seiring dengan meredanya COVID-19. Sejumlah strategi pun sudah disiapkan. Salah satunya adalah memberi ruang yang lebih besar untuk meningkatkan UMKM melalui pola investasi. Selain itu, pengembangan Kawasan Jabar bagian selatan akan dilakukan.

    Menurut Taufik, kolaborasi dan sinergi berbagai pihak dalam mendorong investasi di Jawa Barat perlu terus dijaga, baik dalam hal promosi maupun mengawal berbagai komitmen investasi.

    "Tahun depan Insya Allah event ini (WJIS) akan tetap kita lanjutkan dengan semangat dan komitmen yang lebih kuat, termasuk juga berbagai pengembangan-pengembangan yang diperlukan, termasuk perhatian kepada sektor UMKM dan juga pengembangan wilayah selatan," tuturnya.

    ANTARA

    Baca juga: Profil CEO CIMB Niaga yang Mundur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)