Tol Semarang-Batang Terapkan Buka-Tutup Selama Pemasangan Jembatan Kedawung

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi jalan tol. dok.TEMPO

    Ilustrasi jalan tol. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasamarga Semarang Batang memastikan tidak ada penutupan total ruas tol selama pemasangan girder Jembatan Kedawung di Km 368+100 ruas Tol Semarang-Batang, pada 25 Oktober hingga 3 November 2021.

    Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang Prajudi dalam siaran pers di Semarang, Jumat, 22 Oktober 2021, mengatakan pemasangan girder Jembatan Kedawung akan dipasang secara bertahap selama 10 hari pekerjaan itu.

    Selama periode itu, lanjut dia, arus lalu lintas dari kedua arah di ruas rol tersebut akan diberlakukan sistem buka tutup. "Karena lokasi pekerjaan melintang jalur jalan, maka di setiap tahapan ini akan diterapkan sistem buka tutup jalur," katanya.

    Menurut dia, durasi penutupan akan dilakukan selama 40 menit dimulai dari Km 393+050 arah Semarang dan Km 375+100 arah Batang.

    Ia memastikan tidak ada penutupan total ruas tol karena jalur masih dapat dilalui dengan normal. Mitigasi risiko, tambahnya, juga sudah disiapkan jika terjadi kemacetan panjang kendaraan di ruas tol tersebut.

    Jasa Marga bersama kepolisian sudah menyiapkan antisipasi dengan mengalihkan kendaraan untuk keluar di Gerbang Tol Kandeman maupun Weleri jika terjadi kemacetan panjang.

    Ia juga memastikan sosialisasi rencana pemasangan girder Jembatan Kedawung serta rekayasa lalu lintasnya disosialisasikan kepada pengguna tol Semarang-Batang.

    Baca juga: Waskita Karya Resmi Jual Tol Cibitung - Cilincing, Utang Turun Rp 5,8 Triliun

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)