Anak di Bawah 12 Tahun Kembali Boleh Naik Kereta Api, Simak Syaratnya

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Seorang anak menjalani tes COVID-19 dengan GeNose, sebagai syarat sebelum menaiki kereta guna melakukan perjalanan mudik di stasiun kereta Pasar Senen, Jakarta, Sabtu, 1 Mei 2021. Sebagian warga  memilih mudik lebih awal di akhir pekan ini, sebelum berlakunya larangan perjalanan mudik pada 6 Mei mendatang. Xinhua/Agung Kuncahya B.

    Seorang anak menjalani tes COVID-19 dengan GeNose, sebagai syarat sebelum menaiki kereta guna melakukan perjalanan mudik di stasiun kereta Pasar Senen, Jakarta, Sabtu, 1 Mei 2021. Sebagian warga memilih mudik lebih awal di akhir pekan ini, sebelum berlakunya larangan perjalanan mudik pada 6 Mei mendatang. Xinhua/Agung Kuncahya B.

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak-anak berusia di bawah 12 tahun kembali diperbolehkan naik kereta api mulai 22 Oktober 2021, setelah sebelumnya dilarang.

    “Meski kembali diperbolehkan, anak di bawah 12 tahun tetap harus memenuhi persyaratan seperti hasil negatif pemeriksaan Covid-19 bagi pelanggan KA Jarak Jauh, memakai masker dengan sempurna, dalam kondisi sehat, dan selalu menerapkan protokol kesehatan secara disiplin,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangan tertulis, Jumat, 22 Oktober 2021.

    Ketentuan tersebut menyesuaikan dengan terbitnya Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 89 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Covid-19 tanggal 20 Oktober 2021.

    Anak usia di bawah 12 tahun yang akan naik kereta api tersebut juga wajib didampingi orang tua/keluarga yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga.

    Berikut persyaratan lengkap perjalanan menggunakan Kereta Api.

    1. Pelanggan KA Jarak Jauh dan Lokal wajib menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi Covid-19 dosis pertama.
    - Bagi pelanggan usia di bawah 12 tahun tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin.

    - Bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)