Promosi Ibu Kota Baru dan Indonesia 2045 di Dubai Expo

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pengunjung Paviliun Indonesia menyaksikan visualisasi rencana pembangunan ibu kota negara, Dubai Expo 2020, Selasa, 19 Oktober 2021. Dalam forum bisnis yang berlangsung selama tiga hari, kesiapan kelapa sawit Indonesia sebagai solusi kehidupan modern digaungkan melalui seminar, penawaran investasi, dan presentasi produk. MARTHA WARTA SILABAN

    Pengunjung Paviliun Indonesia menyaksikan visualisasi rencana pembangunan ibu kota negara, Dubai Expo 2020, Selasa, 19 Oktober 2021. Dalam forum bisnis yang berlangsung selama tiga hari, kesiapan kelapa sawit Indonesia sebagai solusi kehidupan modern digaungkan melalui seminar, penawaran investasi, dan presentasi produk. MARTHA WARTA SILABAN

    TEMPO.CO, Dubai -Sebuah layar besar mirip bioskop menampilkan desain ibu kota baru di Paviliun Indonesia, Dubai Expo 2020, Uni Emirat Arab. Promosi ini disertakan kalimat "Suatu kota yang berada di tengah hutan dengan standar kelas dunia."

    Sekitar 50 detik promosi itu disajikan kepada pengunjung Dubai Expo 2020, disertai dengan virtual interaktif yakni lewat kata-kata pendukung yang muncul di lantai. Antara lain: 75 persen area hijau dan lingkungan tempat tinggal yang cerdas, aneka budaya dan 100 persen energi terbarukan.

    Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengatakan konsep ibu kota negara yang dihadirkan di Paviliun Indonesia memperkenalkan kepada dunia keinginan Indonesia untuk memiliki ibu kota baru yang sustainable, modern dan sesuai dengan kondisi saat ini. "Konteksnya bukan hanya menyampaikan yang sekarang tetapi juga visi ke depan," kata Mahendra di Dubai Expo, 19 Oktober 2021.

    Hal ini sejalan dengan tema Expo, yaitu Connecting Minds, Creating the Future. Lebih lanjut usai tampilan Ibu Kota Negara, di layar besar itu pun dimunculkan tentang "Indonesia 2045" selama 50 detik.

    Layar yang menampilkan foto pertemuan Presiden dan Sheikh Mohammed Bin Zayed ditampilkan di Paviliun Indonesia, Dubai Expo 2020, Uni Emirat Arab. TEMPO/MARTHA WARTA SILABAN

    Disebutkan pada 2045, Indonesia zero poverty, 78 persen usia produktif, menjadi negara urutan ke-10 yang mudah untuk urusan bisnis, dan menargetkan berada di urutan ke-5 ekonomi dunia. Menjadi salah satu negara tujuan wisata dunia dengan prediksi 74 juta pengunjung.

    "100 tahun ke depan Indonesia seperti apa dan akan ke mana. Sejalan dengan tema expo. Pesan dan persepsi yang baik kepada dunia," kata Mahendra.

    Setelah itu adalah video tentang mangrove, pun selama 50 detik. Disebutkan Indonesia adalah pemilik 23 persen mangrove dunia. Di layar lain, ada tertulis UAE dan Indonesia akan bekerja sama terkait pembahasan dan manajemen mangrove. Dan foto Jokowi dan Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan sebagai penasihat untuk ibu kota baru.

    Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Husin Bagis mengatakan Sheikh Mohammed bin Zayed konsisten mendukung pembangunan ibu kota baru. Rencananya Presiden Joko Widodo akan berkunjung ke UAE pada awal November untuk bertemu dengan Sheikh Mohammed bin Zayed dan mengunjungi Dubai Expo 2020.

    Seperti diketahui ibu kota baru akan berada di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

    Baca Juga: Ibu Kota Pindah, Bagaimana Prospek Pasar Properti di Jabodetabek?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)