Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Alasan BNPB Sebut Indonesia Laboratorium Bencana

image-gnews
Kepala BNPB Ganip Warsito (tengah) menjawab pertanyaan wartawan saat meninjau penanganan kasus Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah, Rabu, 2 Juni 2021. Dalam tinjauan itu, Ganip Warsito melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus serta apel penambahan personel Satgas sebanyak 450 orang guna membantu memberlakukan PPKM berbasis Mikro dan penegakan protokol kesehatan. ANTARA /Yusuf Nugroho
Kepala BNPB Ganip Warsito (tengah) menjawab pertanyaan wartawan saat meninjau penanganan kasus Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah, Rabu, 2 Juni 2021. Dalam tinjauan itu, Ganip Warsito melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus serta apel penambahan personel Satgas sebanyak 450 orang guna membantu memberlakukan PPKM berbasis Mikro dan penegakan protokol kesehatan. ANTARA /Yusuf Nugroho
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ganip Warsito menyatakan Indonesia dengan beragam potensi kebencanaannya lebih layak disebut sebagai laboratorium bencana dan bukan supermarket bencana. 

"Kita (Indonesia) sering disebut sebagai supermarket bencana. Sebutan ini mungkin kurang tepat. Indonesia lebih layak disebut laboratorium bencana, sehingga wajib untuk dipelajari untuk disiapkan langkah-langkah antisipasi dan pencegahannya," katanya di Ambon, Rabu 20 Oktober 2021. 

Menurut dia semua potensi bencana ada di Indonesia mulai dari hidrometeorologi, vulkanologi, geologi, bencana sosial hingga non alam seperti pandemi COVID-19. Berbagai potensi bencana di Tanah Air itu harus dipelajari untuk menyiapkan langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan yang baik.

Penegasan tersebut juga telah disampaikannya saat memberikan kuliah umum di hadapan para mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Kota Ambon, Maluku, Selasa kemarin, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tahun 2021.

Ganip menegaskan, pengurangan risiko bencana menjadi sebuah investasi penting guna meminimalisasi dampak dari potensi ancaman bencana yang ada di Tanah Air. Adapun bentuk dari investasi PRB yang dimaksud adalah investasi struktural, kultural, sumber daya manusia (SDM), ilmu pengetahuan dan teknologi serta keuangan.

Investasi struktural yang dimaksud Ganip adalah melalui pembangunan infrastruktur berdasarkan kajian risiko bencana.

"Baik berupa bangunan tahan bencana maupun penanaman dan pemeliharaan vegetasi yang dapat menjadi buffer bagi jenis bencana tertentu seperti tsunami, maupun bencana hidrometeorologi," jelas Ganip.

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


PGE dan Universitas Pertamina Teken Kerja Sama Siapkan SDM Berkualitas

2 hari lalu

Universitas Pertamina
PGE dan Universitas Pertamina Teken Kerja Sama Siapkan SDM Berkualitas

Direktur Utama PGE Julfi Hadi mengatakan sebagai salah satu pelaku industri EBT, masalah SDM menjadi perhatian besar.


Tak Hanya Basarnas, Ini Lembaga Nonkementerian yang Dipimpin Militer

3 hari lalu

Kantor Basarnas. Google
Tak Hanya Basarnas, Ini Lembaga Nonkementerian yang Dipimpin Militer

Selain Basarnas, beberapa lembaga nonkementerian dipimpin oleh militer. Siapa saja lembaga tersebut?


Menelisik Definisi Kelaparan dan Ketahui Jumlah Kalori yang Dibutuhkan Oleh Tubuh

4 hari lalu

Kementerian Sosial mengirimkan sejumlah bantuan logistik bai warga Papua yang terdampak kekeringan dan kelaparan di Posko Penanganan Bencana di Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Papua. FOTO/Kemensos.go.id
Menelisik Definisi Kelaparan dan Ketahui Jumlah Kalori yang Dibutuhkan Oleh Tubuh

Kelaparan dapat menjadi kronis ketika orang tersebut tidak mengonsumsi kalori (energi makanan) dalam jumlah yang cukup secara teratur


BNPB Gelar ARDEX 2023, Simulasi Penanganan Bencana Tingkat Asia Tenggara

5 hari lalu

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan AHA Centre, menggelar Asean Regional Disaster Emergency Response Simulation Exercise (ARDEX-2023) di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa, 1 Agustus 2023. (BNPB)
BNPB Gelar ARDEX 2023, Simulasi Penanganan Bencana Tingkat Asia Tenggara

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan ARDEX kali ini diikuti oleh peserta dari negara yang berada di wilayah Asia Tenggara.


Menjelang Puncak El Nino Agustus-September, BNPB Ajak Masyarakat Hemat Air

6 hari lalu

Hutan yang dibakar di luar kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 1 November 2015. Kebakaran hutan ini diperparah dengan fenomena alam El Nino, yaitu berkurangnya curah hujan yang menyebabkan kemarau panjang. Ulet Ifansasti/Getty Images
Menjelang Puncak El Nino Agustus-September, BNPB Ajak Masyarakat Hemat Air

Fenomena El Nino dikhawatirkan akan berdampak pada ketersediaan air atau kekeringan juga ketahanan pangan.


Kelaparan di Papua Tengah, Kepala BNPB: Tanaman Jagung Mati karena Suhu Dingin yang Luar Biasa

7 hari lalu

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat mendampingi Menko PMK Muhadjir Effendy memberikan keterangan pers seusai pembukaan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Nusa Dua, Bali, Rabu 25 Mei 2022. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nym.
Kelaparan di Papua Tengah, Kepala BNPB: Tanaman Jagung Mati karena Suhu Dingin yang Luar Biasa

BNPB menjelaskan kondisi kelaparan di Papua Tengah diakibatkan fenomena cuaca ekstrem hujan es yang mengakibatkan tanaman jagung mati.


Kemenperin Ingatkan Peningkatan Investasi Harus Dibarengi dengan Perbaikan SDM

8 hari lalu

Emmy Suryandari. Polifurneka.ac.id
Kemenperin Ingatkan Peningkatan Investasi Harus Dibarengi dengan Perbaikan SDM

Kemenperin menyatakan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) saat ini masih menjadi salah satu sektor manufaktur yang menunjang perekonomian.


Kepalanya Tersangkut Kasus Suap, Begini Sejarah Pembentukan Basarnas

9 hari lalu

Kkepala Basarnas RI periode 2021-2023, Henri Alfiandi saat ini diserahkan KPK kepada Puspom Mabes TNI karena berstatus sebagai anggota TNI, dalam tindak pidana korupsi pemberian suap sebesar Rp.88,3 miliar terkait pengadaan barang dan jasa di Basarnas Tahun 2021 - 2023. Twitter/SAR Indonesia
Kepalanya Tersangkut Kasus Suap, Begini Sejarah Pembentukan Basarnas

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas merupakan lembaga pemerintah non kementerian yang bertugas dalam bidang pencarian dan pertolongan.


BKF Kemenkeu Gandeng ADB Atasi Perubahan Iklim

11 hari lalu

Gedung Kementerian Keuangan atau Kemenkeu. Dok TEMPO
BKF Kemenkeu Gandeng ADB Atasi Perubahan Iklim

Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan atau BKF Kemenkeu menggandeng Asian Development Bank (ADB) untuk mengatasi perubahan iklim.


Gempa Bermagnitudo 5,7 Guncang NTT, Warga Berhamburan

13 hari lalu

Seismograf gempa bumi. ANTARA/Shutterstock/pri
Gempa Bermagnitudo 5,7 Guncang NTT, Warga Berhamburan

BMKG merevisi kekuatan guncangan gempa menjadi magnitudo 5,7.