Kominfo Gandeng Google dan Apple Berantas Pinjol Ilegal

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate (tengah) bersama Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Ismail (kanan) dan Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini saat pengumuman izin layanan 5G komersial untuk XL, Kamis, 12 Agustus 2021. Kredit: ANTARA/Tangkapan layar

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate (tengah) bersama Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Ismail (kanan) dan Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini saat pengumuman izin layanan 5G komersial untuk XL, Kamis, 12 Agustus 2021. Kredit: ANTARA/Tangkapan layar

    TEMPO.CO, Jakarta - Untuk memberantas maraknya pinjaman online atau pinjol ilegal, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Google dan Apple agar pendaftaran aplikasi fintech melalui platform digital menyertakan bukti lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    “Untuk mendukung agar industri fintech nasional kita bertumbuh dengan baik, Kominfo sendiri juga telah berkomunikasi Google dan Apple agar pendaftaran penyelenggaraan sistem elektronik di Google Play Store dan App Store harus disertai dengan bukti yang lisensi yang diterbitkan oleh OJK atas fintech yang bersangkutan,” kata Johnny dalam konferensi pers secara virtual dalam kanal YouTube Kemenko Polhukam RI, Selasa, 19 Oktober 2021.

    Johnny berharap, kerja sama dengan platform digital ini akan mampu mendukung industri keuangan nasional, termasuk fintech dan industri dunia, agar bisa bertumbuh dengan baik dan legal.

    “Kita secara tegas memberantas industri keuangan yang ilegal, termasuk pinjol ilegal di Indonesia,” katanya.

    Sejak 2018 hingga 2021, Kominfo telah memblokir 3.516 aplikasi atau situs pinjol ilegal. Sementara dari rentang tahun 2019 hingga 2021, terdapat jumlah pengaduan masyarakat, baik dalam bentuk pelanggaran berat maupun ringan sebanyak 19.711.

    OJK mencatat, setidaknya ada beberapa pendorong maraknya aktivitas pinjol ilegal. Jika dilihat dari sisi pelaku, pinjol ilegal berkaitan dengan kemudahan mengunggah platform berupa aplikasi atau website kepada khalayak, serta kesulitan memberantas karena banyak pelaku menggunakan server dari luar negeri.

    Sementara dari sisi korban, rendahnya tingkat literasi masyarakat menjadi faktor pinjol ilegal. Misalnya, masyarakat tidak melakukan pengecekan legalitas dan terbatasnya pemahaman terhadap pinjol. Adapun faktor lain, yaitu adanya kebutuhan mendesak karena kesulitan keuangan.

    OJK mengimbau masyarakat mewaspadai penawaran pinjaman melalui SMS atau WhatsApp karena merupakan pinjol ilegal. Maka dari itu, OJK mengimbau masyarakat hanya menggunakan pinjaman online resmi yang terdaftar dan berizin OJK. Masyarakat bisa mengecek legalitas pinjol ke Kontak OJK 157 melalui telepon 157, WhatsApp 081-157-157-157, atau email konsumen @ojk.go.id.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi dan Fakta-fakta Penembakan di Exit Tol Bintaro

    Terjadi insiden penembakan di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan, pada Jumat malam, 26 November 2021. Salah satu dari korban meninggal dunia.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)