Ibu Kota Pindah, Bagaimana Prospek Pasar Properti di Jabodetabek?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pengunjung melihat pameran Festival Properti di Kota Kasablanka, Jakarta, 14 November 2017. Tempo/Tony Hartawan

    Pengunjung melihat pameran Festival Properti di Kota Kasablanka, Jakarta, 14 November 2017. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana pemerintah memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dinilai tak mengubah prospek pasar properti di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi atau Jabodetabek. 

    Hal tersebut disampaikan oleh Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL). Pasalnya, tahapan awal pemindahan ibu kota negara pada semester pertama tahun 2024 mendatang baru difokuskan untuk sektor pemerintahan terlebih dahulu. 

    "Sehingga kita melihat Jabodetabek saat ini masih menjadi target utama investor yang ingin melakukan investasi," ujar Head of Research JLL Yunus Karim, dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa, 19 Oktober 2021.

    Yunus menyebutkan pasar properti di kawasan Jabodetabek masih akan tetap diminati investor. Pasalnya, keberadaan pusat bisnis akan tetap berada di Jakarta masih menjadi daya tarik yang kuat. 

    Selain itu, sektor pergudangan dan rumah tapak banyak sekali berada di kawasan Jabodetabek. Hingga kini, kedua sektor properti tersebut masih mendapatkan respons cukup sehat dari pasar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)