IHSG Anjlok di Sesi I, Asing Lepas Saham BCA hingga Bukalapak

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri) berbincang dengan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (kedua kanan), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Hoesen (kiri), dan Dirut Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi dalam pembukaan perdagangan IHSG tahun 2021 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. Pada pembukaan ini, 210 saham melaju di zona hijau dan 103 saham di zona merah. Sedangkan 178 saham lainnya stagnan. TEMPO/Tony Hartawan

    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri) berbincang dengan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (kedua kanan), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Hoesen (kiri), dan Dirut Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi dalam pembukaan perdagangan IHSG tahun 2021 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. Pada pembukaan ini, 210 saham melaju di zona hijau dan 103 saham di zona merah. Sedangkan 178 saham lainnya stagnan. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan sesi I, Selasa, 19 Oktober 2021. IHSG berada di level 6.629 atau 0,45 persen atau lebih rendah ketimbang penutupan Senin, 18 Oktober.

    “Pergerakan IHSG cukup berlawanan dengan tren bursa global dan regional Amerika Serikat yang ditutup menguat semalam,” ujar tim analis Samuel Sekuritas, Selasa, 19 Oktober.

    Penguatan di pasar bursa Amerika terjadi seiring dengan meningkatnya optimisme pasar berkaitan dengan laporan keuangan yang akan dirilis sejumlah emiten, seperti Tesla, Netflix, Verizon, dan IBM. Bursa Asia pun ikut merespons positif pergerakan bursa Amerika di akhir sesi pertama.

    Adapun di bursa Indonesia, sebanyak 241 saham menguat, 271 melemah, dan 160 stagnan pada sesi pertama. Nilai transaksi perdagangan tercatat mencapai Rp 8,1 triliun.

    Saham Bank BRI (BBRI) kembali menjadi saham yang paling banyak dibeli investor asing dengan total transaksi Rp 182,3 miliar. Kemudian diikuti saham Bank Mandiri atau BMRI dengan nilai transaksi Rp 89,9 miliar dan Astra Internasional senilai Rp 66,4 miliar.

    Sebaliknya, saham Bank BCA (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dilepas asing. Nilai net sell BCA sebesar Rp 171,9 miliar. Posisi ini diikuti saham Bukalapak atau BUKA dengan nilai jual Rp 31,7 miliar dan saham Telkom (TLKM) dengan nilai jual Rp 24,6 miliar.   

    “Melemahnya saham sejumlah emiten big cap menjadi salah satu faktor yang menekan IHSG hari ini. Beberapa di antaranya ialah BBCA (-1,3 persen), TLKM (-1,6 persen), ARTO (-1,8 persen), dan BBRI (-0,6 persen),” tutur Samuel Sekuritas.

    Berikut ini lima besar saham yang menempati posisi teratas dan terbawah di perdagangan sesi I.

    1. Top gainer:
    • IATA (+34,3 persen ke Rp90 per saham)
    • GWSA (+30,1 persen ke Rp190 per saham)
    • ARKA (+25 persen ke Rp65 per saham)
    • PTIS (+25 persen ke Rp550 per saham)
    • POLU (+24,5 persen ke Rp406 per saham)
    1. Top loser:
    • UANG (-6,9 persen ke Rp1.200 per saham)
    • DIGI (-6,8 persen ke Rp434 per saham)
    • GSMF (-6,7 persen ke Rp248 per saham)
    • INPP (-6,7 persen ke Rp625 per saham)
    • TALF (-6,7 persen ke Rp334 per saham)

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA

    BACA: IHSG Ditutup Menguat di 6.659, Samuel Sekuritas: BBRI Sumbang Poin Terbanyak

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)