Pembebasan Lahan Depo Jadi Alasan Proyek LRT Mundur 1 Tahun

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Kondisi proyek pembangunan LRT di Stasiun Harjamukti,  Cibubur, Senin, 18 Oktober 2021. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Kondisi proyek pembangunan LRT di Stasiun Harjamukti, Cibubur, Senin, 18 Oktober 2021. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta – Pengoperasian proyek kereta layang ringan LRT Jabodebek mundur satu tahun dari target. Kereta yang semula digadang-gadang bisa mengangkut penumpang pada 2021, kini molor menjadi 2022.

    Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Prasarana LRT Jabodebek Ferdian Suryo Adhi Pramono mengatakan mundurnya proyek disebabkan oleh penyelesaian pembebasan lahan di Depo Jatimulya, Bekasi. Depo merupakan bagian vital dari pembangunan LRT karena merupakan pusat operation control center (OCC).

    “Pembebasan lahan di depo harusnya awal 2019, tapi mundur 2020 mau selesai. Setahun itulah yang menyebabkan mau tidak mau (proyek LRT) setahun juga mundurnya,” ujar Ferdian saat ditemui Tempo di Stasiun Harjamukti, Cibubur, Senin, 18 Oktober 2021.

    Ferdian menjelaskan saat ini pembebasan lahan LRT, termasuk depo, telah selesai. Untuk pembangunan Depo Jatimulya, ia menyebut penyelesaian proyek sudah mencapai 60 persen.

    Saat ini, Ferdian mengatakan pihaknya sedang mengejar penyelesaian proyek untuk area light maintenance dan heavy maintenance yang diperkirakan selesai pada awal tahun. Adapun secara keseluruhan untuk pembangunan prasarana, proyek LRT rute Cawang-Cibubur, Cawang-Dukuh Atas, dan Cawang-Bekasi telah mencapai 87,6 persen per 18 Oktober.

    Sementara itu, secara fisik, pembangunan stasiun dan rel kereta pun telah memasuki tahap akhir. Sisanya, LRT saat ini sedang melakukan uji coba integrasi untuk mematangkan sistem persinyalan kereta.

    “Sistem persinyalan itu tidak bisa dihitung progress-nya kalau belum lulus uji secara keseluruhan. Kemudian sistem persinyalan itu overall 15 persen dari total proyek,” ujar Ferdian.

    LRT lintas 1 atau Cawang-Cibubur, Cawang-Dukuh Atas, dan Cawang-Bekasi Timur akan melintasi 18 stasiun. Pada pembangunan pertama, jalur kereta merentang sepanjang 44 kilometer.

    Saat ini seluruh kereta untuk lintas 1 sebanyak 31 unit telah tiba di Cibubur. Kereta menjalani uji coba secara rutin selama masa integrasi berlangsung. Masa uji coba integrasi diperkirakan memakan waktu sembilan bulan dihitung sejak Juli 2021.

    Baca Juga: PT KAI Bantah Ada Masalah Sistem Persinyalan di LRT Jabodebek


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)