Harga Aset Kripto Melambung, Investor Pemula Harus Perhatikan 6 Hal Ini

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi Bursa Kripto. shutterstock.com

    Ilustrasi Bursa Kripto. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kembali melambungnya harga sejumlah aset kripto belakangan ini membuat tak sedikit para investor pemula ingin ikut segera menanamkan modal dan meraup keuntungan. Tim Riset ICDX mengingatkan ada sejumlah hal yang harus diperhatikan sebelum para investor pemula mulai bertransaksi agar investasinya tidak berujung buntung.

    Salah satu yang harus diingat adalah, investor harus menganalisis atau mempelajari fundamental aset kripto seperti layaknya ketika akan bertransaksi saham. Tapi bedanya, yang diperhatikan pada aset kripto tidak hanya posisi aset tersebut di pasar, tetapi juga kinerja developer cryptocurrency tersebut.

    Ada beberapa faktor yang menjadi dapat diperhatikan trader ketika bertransaksi aset kripto yaitu adalah keamanan, likuiditas, posisi pasar, tim pengembangan, reputasi, dan kelangkaannya.

    1. Keamanan

    Tim Riset ICDX menyebutkan salah satu cara suatu blockchain mencapai konsensus menentukan tingkat keamanan dari blockchain tersebut. Dengan begitu, sangat penting investor untuk memperhatikan mekanisme perjalanan dari blockchain tersebut hingga ke tahap konsensus.

    "Selain itu perlu diperhatikan pengelolaan dari blockchain tersebut. Karena kepemilikan aset kripto bukanlah suatu kepemilikan sekuritas, dengan begitu sifat desentralisasi setidaknya menjamin pemilik aset dan tidak bergantung pada penerbit atau lead developer," kata anggota Tim Riset Kevin Andrew Oktavianus seperti dikutip dalam laporannya, Sabtu, 16 Oktober 2021.

    2.  Likuiditas

    Berikutnya adalah tingkat likuditas aset kripto tersebut. Tingkat likuiditas di sini berarti adalah tingkat kemudahan suatu aset dapat diubah ke uang atau aset lain yang banyak digunakan.

    Dengan begitu, saat berinvestasi, investor wajib memastikan ada pasar untuk membeli dan menjual aset dengan kisaran harga yang baik dan transparan.

    3. Posisi Pasar

    Lalu posisi pasar yang memperdagangkan aset kripto juga memegang peranan penging karena menunjukkan kekuatan proyek likuiditasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)