Jokowi Minta BUMN Tak Berebut Penugasan, Ekonom: Kontradiktif dengan Kenyataan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan jalan tol trans-Sumatera ruas Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung di gerbang tol KM 240, Kabupaten Mesuji, Jumat, 15 November 2019. Ruas tol ini merupakan yang terpanjang yang pernah diresmikan Jokowi hingga saat ini. Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan jalan tol trans-Sumatera ruas Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung di gerbang tol KM 240, Kabupaten Mesuji, Jumat, 15 November 2019. Ruas tol ini merupakan yang terpanjang yang pernah diresmikan Jokowi hingga saat ini. Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menyebut pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor infrastruktur tidak hanya berorientasi proyek dan berebut penugasan sebagai pernyataan yang kontradiktif dengan kenyataan.

    "Ini kontradiktif dengan kenyataan bahwa enam tahun terakhir. Justru nafsu pembangunan infrastruktur mengorbankan BUMN dengan beban penugasan yang berat," ujar Bhima kepada Tempo, Sabtu, 16 Oktober 2021.

    Kalau mau BUMN tidak berebut penugasan, kata Bhima, maka bebannya harus dikurangi. Caranya, dengan membiarkan perusahaan pelat merah mencari proyek yang kompetitif tanpa jaminan negara.

    "Misalnya soal kereta cepat yang jelas awalnya adalah B2B (business to business), maka tidak perlu intervensi pemerintah lewat penyertaan modal dari APBN. Jadi perhitungannya murni komersil. Itu baru fair," tutur Bhima.

    Menurut Bhima, kalau ke depannya pemerintah terus-terusan menjamin mega proyek yang butuh biaya tinggi lewat penugasan BUMN, maka akan timbul moral hazard.

    "Akan ada persepsi kenapa BUMN tidak ikut jadi kontraktor, toh apa pun yang terjadi proyek mesti jalan. Enggak akan gagal bayar, ada jaminan pemerintah, ada APBN," ujar Bhima.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi dan Fakta-fakta Penembakan di Exit Tol Bintaro

    Terjadi insiden penembakan di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan, pada Jumat malam, 26 November 2021. Salah satu dari korban meninggal dunia.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)