Harga Naik, Ekspor Batu Bara September 2021 Tumbuh 168 Persen

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sebuah truk pengangkut batu bara melintasi jalan tambang batu bara di Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Rabu, 7 Juli 2021. Dalam 3 bulan terakhir, HBA mengalami kenaikan pesat dari 86,68 dolar AS (Rp 1.255.856) per ton pada April 2021. ANTARA/Bayu Pratama S

    Sebuah truk pengangkut batu bara melintasi jalan tambang batu bara di Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Rabu, 7 Juli 2021. Dalam 3 bulan terakhir, HBA mengalami kenaikan pesat dari 86,68 dolar AS (Rp 1.255.856) per ton pada April 2021. ANTARA/Bayu Pratama S

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor komoditas batu bara masih terus mengalami kenaikan. Sepanjang September 2021, ekspor batu bara tumbuh hingga 168,89 persen (year-on-year/yoy).

    "Tumbuhnya cukup tinggi," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers, Jumat, 15 Oktober 2021.

    Selain itu, ekspor batu bara masih tumbuh 9 persen (month-to-month/mtm). Kinerja pun menopang pertumbuhan ekspor sektor pertambangan di tanah air. Sebab, 70,33 persen ekspor tambang Indonesia adalah batu bara.

    Sebelumnya, kenaikan harga batu bara terus terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Harga batu bara mencapai rekornya tahun ini dengan menyentuh harga di atas US$200 per ton pada perdagangan Selasa, 28 September 2021.

    Analis memperkirakan sampai akhir tahun harganya bisa lanjut naik ke US$250 per ton. Meski demikian, harga batu bara terpantau mulai menurun dalam beberapa hari terakhir di bulan Oktober ini.

    Secara umum, ekspor pertambangan pada September 2021 ini tumbuh 3,46 persen (mtm) dan 183,59 persen (yoy). Sektor ini adalah sumber ekspor kedua terbesar Indonesua setelah industri pengolahan.

    Selain batu bara, ekspor tambang Indonesia juga didominasi oleh komoditas tembaga yaitu sebesar 17,23 persen. Ekspor tembaga September 2021 tumbuh 1,03 persen (mtm) dan 166,28 persen (yoy).

    Adapun kontributor terbesar ketiga yaitu Lignit yang mencapai 11 persen. Komoditas ini bahkan tumbuh mencapai 904,91 persen (yoy) pada September 2021. Tapi kalau secara bulanan, yang tumbuh paling tinggi ketiga di bawah batu bara dan tembaga, adalah titanium yang tumbuh 102,6 persen (mtmt).

    Baca Juga: Jokowi: RI Bulan Depan Mulai Bangun Green Industrial Park Pertama di Dunia

      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)