IHSG Menguat 1,36 Persen, Samuel Sekuritas: Indeks Saham Teknologi Paling Tinggi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan di Jakarta, Jumat, 22 Januari 2021. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan pelemahan 1,66 persen atau 106,76 poin ke level 6.307,13. Tempo/Tony Hartawan

    Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan di Jakarta, Jumat, 22 Januari 2021. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan pelemahan 1,66 persen atau 106,76 poin ke level 6.307,13. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Samuel Sekuritas mencatat indeks saham sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi indeks sektoral yang menguat paling tinggi di sesi perdagangan hari ini (+4,1 persen).

    "Didorong salah satunya oleh menguatnya saham sejumlah emiten teknologi," kata tim analis Samuel Sekuritas dalam keterangan tertulis, Kamis, 14 Oktober 2021.

    Saham sektor teknologi yang menguat tinggi yaitu EMTK (+11,7 persen) , BUKA (+7,1 persen), dan MCAS (+5,2 persen). Posisi kedua diisi oleh indeks sektor industri dasar dan kimia (IDXBASIC) yang menguat 2,8 persen dan ketiga diisi oleh indeks sektor konsumer non cyclical (IDXNONCYC) yang menguat sebesar 1,3 persen.

    Sementara itu, indeks sektor transportasi (IDXTRANS) menjadi indeks sektoral yang melemah paling dalam di sesi perdagangan hari ini (-1,4 persen).

    "Didorong salah satunya oleh jatuhnya saham emiten induk jasa pengiriman Anteraja, Adi Sarana Armada (ASSA), yang jatuh ke titik ARBnya di Rp 3.520 per saham (-6,8 persen)," ujarnya.

    Adapun Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG makin menguat di sesi kedua hari ini. IHSG menutup sesi perdagangan di level 6.626 atau 1,36 persen lebih tinggi dari angka penutupan kemarin yang sebesar 6.537.

    Sebanyak 318 saham menguat, 231 saham melemah, dan 133 saham stagnan pada akhir sesi perdagangan hari ini, dengan nilai transaksi mencapai Rp 16,7 triliun. Di akhir sesi kedua hari ini, tercatat angka beli bersih asing sebesar Rp 1,43 triliun di pasar reguler, sementara di pasar negosiasi tercatat beli bersih asing sebesar Rp 147,4 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Persebaran Pengungsi di Indonesia Menurut UNHCR

    PBB mengucurkan dana untuk program respons sosial ekonomi inklusif untuk menghadapi Covid-19. UNHCR mendata persebaran penerima manfaat di Indonesia.