Wanda Hamidah Cerita Alasannya Buka Masalah dengan Prudential ke Publik

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wanda Hamidah. TEMPO/Seto Wardhana

    Wanda Hamidah. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Wanda Hamidah telah membuka masalah dugaan penipuan yang merasa dialaminya dengan layanan asuransi kesehatan Prudential. Menurut Wanda, masalah itu diungkapannya ke publik karena sejumlah upaya klaim yang dilakukan bersama sang agen Prudential tidak membuahkan hasil yang diharapkan.

    "Akhirnya saya memutuskan untuk membuka ini di feed (instagram) saya," kata Wanda dalam cerita di akun instagrammnya @wanda_hamidah pada Kamis, 14 Oktober 2021.

    Masalah itu lalu diungkapkan di akun instagramnya pada Ahad pekan lalu, 10 Oktober 2021, dengan men-tag akun resmi Prudential. "Dengan harapan Prudential cepat menanggapi keluhan saya. Saya gak menyangka akan menjadi viral," kata dia.

    Tapi ternyata, kata Wanda, masalah yang disampaikannya di instagram tersebut mengundang komentar keluhan serupa dari netizen. "Saya gak hanya mengatakan satu nama asuransi, tapi mostly, ada kekecewaan hampir di semua asuransi di Indonesia," ujarnya.

    Awalnya, Wanda ikut layanan kartu merah di Prudential sejak 2009. Lalu, Ia sudah meningkatkan layanan asuransinya di Prudential pada 2020 dari ke kartu hitam yang menanggung semua biaya pengobatan. Total ada lima pemegang polis, yaitu Wanda dan empat orang anaknya.

    Salah satu anak mengalami cedera lutut dan berobat ke dokter sebanyak tiga kali; 16 Maret 2020, 16 Oktober 2020, dan September 2020. Baru pada pengobatan terakhir, anaknya diputuskan menjalani operasi.

    Di sinilah awal mula kekecewaan Wanda. Saat anaknya menjalani operasi, sang agen Prudential yang juga sahabat Wanda meyakinkan bahwa semua tindakan medis yang dilakukan pasti ditanggung asuransi. Saat operasi hingga terapi pasca operasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Persebaran Pengungsi di Indonesia Menurut UNHCR

    PBB mengucurkan dana untuk program respons sosial ekonomi inklusif untuk menghadapi Covid-19. UNHCR mendata persebaran penerima manfaat di Indonesia.