Pos Bloc Dikunjungi 1.200 Orang Selama 3 Hari usai Resmi Dibuka

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Pos Bloc di hari ketiga pembukaan pada Rabu sore, 13 Oktober 2021. Pos Bloc Jakarta memanfaatkan aset bekas Gedung Kantor Pos era Hindia Belanda seluas 7.000 meter milik PT Pos Indonesia menjadi ruang kreatif dan pemberdayaan bisnis UMKM. Tempo/ Syaharani Putri

    Suasana Pos Bloc di hari ketiga pembukaan pada Rabu sore, 13 Oktober 2021. Pos Bloc Jakarta memanfaatkan aset bekas Gedung Kantor Pos era Hindia Belanda seluas 7.000 meter milik PT Pos Indonesia menjadi ruang kreatif dan pemberdayaan bisnis UMKM. Tempo/ Syaharani Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Marketing Pos Bloc Meidyana Ayuningtas mengatakan animo masyarakat sangat tinggi merespons Gedung Filateli di Jakarta Pusat milik PT Pos Indonesia menjadi tempat nongkrong kekinian bernama Pos Bloc Jakarta.

    Kolaborasi antar PT Pos Indonesia menggandeng PT Ruang Kreatif Pos pun berjalan sukses. “Baru 3 hari opening, total pengunjung datang sebanyak 1.200 orang,” kata Ayuningtas kepada Tempo di Pos Bloc, Jakarta Pusat, pada Rabu, 13 Oktober 2021.

    Ayu senang dan terhormat dapat berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia dalam pengelolaan warisan negara yang sangat bersejarah ini menjadi ruang kreatif publik yang bernuansa kekinian namun tidak meninggalkan identitas aslinya.

    “Harapannya, dengan dibukanya Pos Bloc Jakarta kini, kawasan Pasar Baru akan kembali bergeliat dan ramai dikunjungi publik seperti masa kejayaannya dulu,” katanya.

    Ayu juga mengatakan bekas gedung kantor pos era Hindia Belanda seluas 7.000 meter persegi milik PT Pos Indonesia ini dialihfungsikan menjadi tempat nongkrong merupakan hal yang tepat. Sebab, di kawasan Pasar Baru tidak ada tempat untuk nongkrong.

    Diyah, 32 Tahun, pengunjung Pos Bloc Jakarta, sangat apresiasi Gedung Filateli ini menjadi tempat nongkrong. Dia juga mengatakan di kawasan Pasar Baru tidak ada tempat nongkrong. “Dengan dijadikannya tempat nongkrong sebagai penyegaran aja untuk kawasan sini (Pasar Baru),” kata Diyah.

    Selvi, 21 Tahun, sangat antusias berkunjung ke Pos Bloc Jakarta. Ia mengetahui tempat ini dari salah satu sosial media. “Ada yang buat video kemudian ramai, dari situ jadi penasaran,” katanya.

    Berdasarkan pantauan Tempo pada siang menjelang sore hari, Pos Bloc semakin ramai didatangi pengunjung. Meskipun dipadati oleh pengunjung, mereka  tetap menaati kebijakan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh Pos Bloc Jakarta.

    Pada pintu utama terdapat QR Code PeduliLindungi yang dijaga oleh satpam. Sehingga calon pengunjung harus memindai kode tersebut ke dalam smartphonenya masing-masing sebelum masuk ke Pos Bloc. Kemudian, penjaga juga mencatat setiap pengunjung yang datang. 

    Tak hanya itu, ada petugas yang berkeliling di kawasan Pos Bloc memantau para pengunjung. Jika ada pengunjung yang tidak menaati protokol kesehatan, mereka akan ditegur langsung oleh petugas.

    Pos Bloc diresmikan pada Minggu, 10 Oktober 2021 lalu. Menteri BUMN Erick Thohir turut hadir dalam peresmian gedung filateli tersebut.

    Baca juga: Alasan Gerai Pos Bloc Jakarta Diisi UMKM Lokal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Persebaran Pengungsi di Indonesia Menurut UNHCR

    PBB mengucurkan dana untuk program respons sosial ekonomi inklusif untuk menghadapi Covid-19. UNHCR mendata persebaran penerima manfaat di Indonesia.