Hotel Karantina di Bali: Belum Ada Pemesanan dari Wisatawan Mancanegara

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Hotel (pixabay.com)

    Ilustrasi Hotel (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Denpasar -Hingga saat ini, hotel karantina di Bali belum mendapatkan kepastian terkait kedatangan wisatawan mancanegara menyusul dibukanya border internasional per 14 Oktober 2021. Sejumlah hotel karantina belum mendapatkan pemesanan kamar hotel dari wisatawan.

    Griya Santrian adalah satu dari 35 hotel di Bali yang ditetapkan sebagai lokasi karantina wisatawan. Pemilik lini bisnis Santrian Group Ida Bagus Gede Sidharta Putra mengatakan belum ada wisatawan mancanegara yang memesan kamar terkait kunjungan wisatawan 14 Oktober 2021.

    Hingga saat ini, wisatawan maupun agen perjalanan hanya mengajukan sejumlah pertanyaan terkait pembukaan border Bali.

    Belum lagi, pihak hotel yang menilai belum adanya petunjuk teknis yang jelas terkait pembukaan penerbangan internasional ini. Hingga saat ini, pihak hotel masih menunggu kejelasan dari teknis kedatangan wisatawan.

    "Wacana buka belum ada turunan teknis yang jelas. Pihak hotel menunggu hal ini," katanya kepada Bisnis, Rabu, 13 Oktober 2021.

    Hal serupa juga diungkapkan Hilton Bali Resort yang merupakan salah satu hotel karantina wisatawan. Pihak manajemen mengatakan hingga saat ini masih menunggu informasi selanjutnya dari pemerintah terkait kedatangan wisatawan.

    Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Astawa menilai masalah waktu yang mendadak terkait pembukaan border internasional tersebut memang membuat belum ada kepastian kunjungan wisatawan. Namun, pemerintah memastikan telah menyiapkan pentunjuk teknis kepada pelaku pariwisata maupun stakeholder terkait. Hal yang bisa dipastikan, pemilihan hotel karantina memang ditentukan oleh wisatawan sebelum keberangkatan. "Sampai saat belum ada, karena masalah waktu yang mendadak," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Persebaran Pengungsi di Indonesia Menurut UNHCR

    PBB mengucurkan dana untuk program respons sosial ekonomi inklusif untuk menghadapi Covid-19. UNHCR mendata persebaran penerima manfaat di Indonesia.