Bali Disebut Siap Hidup Berdampingan dengan Pandemi Covid-19

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Negara Asing (WNA) mengamati pakaian yang dijual di Pasar Badung, Denpasar, Bali, Jumat 23 Juli 2021. Sebanyak 1.684 pedagang sektor non esensial di 16 pasar se-Denpasar yang ditutup pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tersebut kembali diizinkan berjualan saat pelaksanaan PPKM level 3 dengan mengatur jam tutup untuk semua pasar maksimal pukul 21.00 WITA. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

    Warga Negara Asing (WNA) mengamati pakaian yang dijual di Pasar Badung, Denpasar, Bali, Jumat 23 Juli 2021. Sebanyak 1.684 pedagang sektor non esensial di 16 pasar se-Denpasar yang ditutup pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tersebut kembali diizinkan berjualan saat pelaksanaan PPKM level 3 dengan mengatur jam tutup untuk semua pasar maksimal pukul 21.00 WITA. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace mengatakan warga di Pulau Dewata siap hidup berdampingan dengan pandemi Covid-19. Musababnya, pandemi telah berjalan selama hampir dua tahun dan membuat kegiatan ekonomi nyaris lumpuh.

    Kesiapan warga Bali, kata Ace, dapat dilihat dari capaian vaksinasi Covid-19, baik untuk usia produktif maupun penduduk lanjut usia (lansia). Saat ini total warga yang telah divaksin dosis kedua mencapai lebih dari 80 persen.

    “Definisi berdampingan dengan Covid-19, kini warga sudah menerima vaksin 90 persen lebih untuk dosis pertama dan lebih dari 80 persen untuk dosis kedua. Semua siap,” ujar Ace dalam dialog FMB9, Rabu, 13 Oktober 2021.

    Selain vaksinasi, Bali memiliki 62 rumah sakit rujukan bagi pasien yang tertular virus corona. Fasilitas lain, seperti tempat pengetesan swab RT PCR telah diperluas menjadi 25 titik. Kemampuan pengetesan swab RT PCR di Bali pun mencapai 4.000 kali per hari.

    “Hanya antisipasinya yang sakit ini nanti jangan lama-lama dan jangan sampai meninggal,” ujar Ace.

    Hari-hari ini, Ace menyebut tren kasus aktif maupun kasus baru virus corona di Bali semakin rendah. Ia berharap momentum penurunan kasus tersebut diiringi dengan kedisiplinan warga dalam menjalankan protokol kesehatan.

    Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan, pada Senin, 11 Oktober lalu menyatakan Bali akan segera mengalami penurunan level status PPKM. Sebelumnya Bali ditetapkan berada di level 3 berdasarkan indikator kasus konfirmasi Covid-19 hingga tingkat kematiannya.

     “Bali kita harapkan akan ke level 2,” ujar Luhut.

    Untuk menurunkan indikator PPKM Bali, Luhut mengatakan pemerintah memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan  capaian vaksinasi untuk warga lansia. Saat ini, kata dia, ada satu daerah, yakni di Kabupaten Gianyar, yang capaian vaksinasi lansianya belum menyentuh target.

    Pemerintah menargetkan vaksin lansia diterima oleh 40 persen penduduk. Namun hingga awal pekan ini, Luhut mengatakan vaksinasi lansia di Gianyar baru mencapai 38 persen. Luhut meyakini target vaksinasi untuk warga usia di atas 60 tahun akan terealisasi pekan ini.

    Baca Juga: WNI Sering Buang Devisa, Anak Buah Sandiaga: Periksa Kutil Saja ke Singapura


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Persebaran Pengungsi di Indonesia Menurut UNHCR

    PBB mengucurkan dana untuk program respons sosial ekonomi inklusif untuk menghadapi Covid-19. UNHCR mendata persebaran penerima manfaat di Indonesia.