Menko Airlangga: Mindset Anak Muda Jangan ASN, Tapi Bagaimana Jadi Wiraswasta

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyimak pertanyaan wartawan saat memberikan keterangan  terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyimak pertanyaan wartawan saat memberikan keterangan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta anak muda mempunyai perubahan pola pikir dalam menjalani hidup agar tidak hanya fokus menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

    "Mindset anak muda jangan hanya menjadi ASN, tetapi bagaimana mengembangkan diri menjadi seorang wiraswasta," katanya saat melalukan pertemuan dengan tokoh agama, masyarakat dan pemuda di Ambon, Senin 4 Oktober 2021. 

    Ia mengatakan pemerintah telah mendukung anak muda untuk menjadi wirausaha melalui sejumlah program yang telah disiapkan bagi pelaku usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

    Program bantuan tersebut antara lain Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau bantuan langsung tunai (BLT) bagi para pelaku UMKM, serta program Bantuan Presiden (Banpres) Produktif sebesar Rp1,2 juta.

    Selain itu, tambah dia, pemerintah juga telah meluncurkan bantuan tunai untuk pedagang kaki lima dan atau warung dalam bentuk tunai senilai Rp1,2 juta yang didistribusikan melalui TNI dan Polri.

    Selama ini, pemerintah telah menggelontorkan kredit buat pelaku usaha yang terpapar pandemi COVID-19 dengan membagikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan.

    Dana untuk penyaluran KUR tersebut mencapai Rp285 triliun pada 2021 dengan maksimal pinjaman Rp100 juta, bunga sebesar 3 persen per tahun dan tanpa agunan.

    Hingga saat ini, nilai KUR yang digelontorkan di Provinsi Maluku telah mencapai Rp768 miliar yang dinikmati 26.660 debitur.

    Airlangga memastikan berbagai program tersebut dapat diakses masyarakat dengan mudah, sehingga perekonomian tetap tumbuh, meski saat ini sedang terjadi pandemi COVID-19.

    "Program permodalan ini bisa diakses masyarakat untuk mendorong pemulihan ekonomi, apalagi kota Ambon dan Maluku sudah berada di PPKM Mikro Level 2 yang artinya aktivitas ekonomi sudah mulai berjalan normal," katanya.

    BACA: Airlangga: Realisasi Anggaran PEN Capai Rp 411,7 T Per 1 Oktober


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)