IHSG Ditutup Melemah Tertekan Aksi Jual, Saham BBRI dan TLKM Diborong Asing

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi Saham atau Ilustrasi IHSG. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Ilustrasi Saham atau Ilustrasi IHSG. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali Oktober 2021 dengan parkir di zona merah pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat, 1 Oktober 2021. IHSG melemah 0,92 persen atau 58,09 poin ke 6.228,84 pada akhir pedagangan Jumat.

    Sebanyak 203 saham hijau, 303 saham merah, dan 151 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa mencapai Rp 7.671,52 triliun.

    Investor asing mencatatkan jual bersih di seluruh pasar senilai Rp10,59 triliun, sementara di pasar negosiasi mencapai Rp 11,93 triliun.

    Sekalipun net sell asing terbilang jumbo, masih ada sejumlah saham yang dikoleksi oleh investor asing seperti saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) dengan net foreign buy Rp 686,1 miliar, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) senilai Rp 125,3 miliar, dan saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) senilai Rp 95,3 miliar.

    Sementara itu, saham-saham top gainers diisi oleh PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG) yang melejit 18,07 persen, saham PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) yang melesat 15,79 persen, dan saham PT Waskita Karya Tbk. (WSKT) naik 13,77 persen.

    Sebelumnya, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam risetnya mengatakan, terdapat sejumlah sentimen yang cenderung memberatkan IHSG. “Ada banyak situasi dan kondisi ketidakpastian yang membebani pasar, mulai dari kekhawatiran mengenai Cina terkait dengan krisis energi, pandemi lanjutan, masalah plafon utang dan undang undang pajak di Amerika masih menghantui pelaku pasar dan investor,” kata Nico.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)