Terpopuler Bisnis: Luhut Tanggapi Sekolah Tatap Muka, Harga Kripto Anjlok

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada awal September, Presiden Joko Widodo menunjuk Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ketua Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) Penunjukan itu tertuang dalam Surat Keputusan Presiden Nomor 15 Tahun 2021. (ANTARA/Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI)

    Pada awal September, Presiden Joko Widodo menunjuk Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ketua Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) Penunjukan itu tertuang dalam Surat Keputusan Presiden Nomor 15 Tahun 2021. (ANTARA/Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI)

    TEMPO.CO, Jakarta -Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Selasa, 28 September 2021 dimulai dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kebijakan sekolah tatap muka menimbulkan banyak risiko, namun penting untuk segera dilaksanakan.

    Kemudian pemerintah meminta masyarakat mewaspadai modus terbaru paket investasi forex berkedok penjualan robot trading melalui paket-paket investasi dengan menggunakan sistem member get member.

    Selain itu CEO Indodax Oscar Darmawan menanggapi pernyataan bank sentral Cina yang melarang transaksi kripto di Negeri Tirai Bambu, seharusnya tidak menjadi sebuah kekhawatiran besar untuk para investor. Berikut adalah ringkasan dari ketiga berita tersebut:

    1. Sekolah Tatap Muka Dimulai, Luhut: Ngeri Kalau Generasi Mendatang Tidak Berpendidikan

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pemerintah tengah memulai pembelajaran tatap muka bagi anak sekolah secara bertahap. Pelaksanaan sekolah tatap muka dilakukan dengan pengawasan ketat untuk menekan potensi penyebaran virus corona.

    Luhut mengatakan kebijakan ini menimbulkan banyak risiko, namun penting untuk segera dilaksanakan. “Ada tantangan di sana sini, tapi kita lebih takut dan ngeri kalau generasi yang akan datang jadi tidak berpendidikan,” ujar Luhut dalam keterangannya, Senin 27 September 2021.

    Menurut Luhut bila sekolah tak segera dibuka, risiko bagi generasi mendatang akan lebih besar. Sekolah tatap muka dimulai saat kasus Covid-19 mulai melandai.

    Luhut menerangkan, per 26 September 2021, kasus konfirmasi nasional turun sebanyak 96,6 persen dari puncaknya pada 15 Juli 2021. Sementara itu, kasus aktif per 26 September 2021 pun terhitung lebih rendah dari angka pada 2 September 2020, yakni 42.769 dengan 43.059. Kasus aktif nasional juga telah mengalami penurunan sebanyak 92,6 persen dari puncaknya pada 24 Juli 2021.

    Baca berita selengkapnya di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.