Waskita Karya Tak Lagi Garap Proyek Tol Mulai Tahun 2025, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir (kanan) dan wakilnya, Kartika Wirjoatmodjo, memberikan keterangan seusai rapat dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, di Jakarta Pusat, Selasa, 29 Oktober 2019. Rapat tersebut membahas proyek kereta layang ringan atau LRT Cibubur-Dukuh Atas yang akan beroperasi pada 2021. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir (kanan) dan wakilnya, Kartika Wirjoatmodjo, memberikan keterangan seusai rapat dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, di Jakarta Pusat, Selasa, 29 Oktober 2019. Rapat tersebut membahas proyek kereta layang ringan atau LRT Cibubur-Dukuh Atas yang akan beroperasi pada 2021. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wirjoatmodjo menyatakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. bakal kembali berfokus ke bidang konstruksi mulai tahun 2025. Pasalnya, saat itu, perseroan telah menyelesaikan seluruh mandat pengembangan jalan tol.

    Pria yang akrab disapa Tiko tersebut menjelaskan, strategi bisnis Waskita Karya di masa mendatang akan difokuskan ke bisnis konstruksi di beberapa sektor utama seperti air, jalan, dan perkeretaapian. Hal ini juga menjawab pertanyaan dari sejumlah pihak soal dilepasnya proyek-proyek tol yang biasa digarap emiten berkode saham WSKT tersebut.

    “Jadi, memang kalau banyak pertanyaan kenapa tolnya dilepas, karena kami berharap Waskita tidak lagi menjadi investor. Tapi Waskita benar-benar kembali ke core konstruksinya,” kata Tiko dalam rapat kerja dengan Wakil Menteri BUMN II di Komisi VI DPR, Senin, 27 September 2021.

    Kondisi keuangan perusahaan pelat merah ini menjadi memprihatinkan usai perseroan jor-joran investasi untuk pengembangan jalan tol sejak 2016. Perseroan setidaknya memegang mandat untuk membangun 16 ruas jalan tol di Trans Jawa dan Trans Sumatera.

    Di masa lalu, misalnya, kata Tiko, Waskita Karya ditugaskan mengakuisisi tol Trans Jawa dari pihak swasta sehingga total investasi dalam Proyek Strategis Nasional mencapai sekitar Rp 27,8 triliun.

    Walhasil, pada tahun 2019, utang Waskita Karya melambung dan mencapai titik puncak sekitar Rp 90 triliun. Nilai utang itu terdiri atas Rp 70,9 triliun utang bank dan obligasi serta sekitar Rp 20 triliun utang vendor.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.