Wakil Gubernur Sebut Bali Siap Sambut Wisatawan Mancanegara Jika Pariwisata Buka

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana lengang di kawasan wisata Jalan Legian, Kuta, Badung, Bali, Selasa, 31 Agustus 2021. Seluruh wilayah kabupaten/kota di Provinsi Bali masih menerapkan PPKM Level 4 selama perpanjangan PPKM hingga 6 September 2021. ANTARA/Fikri Yusuf

    Suasana lengang di kawasan wisata Jalan Legian, Kuta, Badung, Bali, Selasa, 31 Agustus 2021. Seluruh wilayah kabupaten/kota di Provinsi Bali masih menerapkan PPKM Level 4 selama perpanjangan PPKM hingga 6 September 2021. ANTARA/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menegaskan daerah setempat sudah siap menyambut kedatangan wisatawan mancanegara, apabila pariwisata dibuka dalam waktu dekat.

    "Tentu dilihat tidak hanya dari faktor internal, namun juga dari berbagai faktor pendukung lain yang memungkinkan pembukaan pariwisata Bali untuk wisman," kata Tjokorda dalam dialog Kompas TV bertajuk "Pariwisata Bali Disiapkan Buka untuk Turis Asing" dari Denpasar, Minggu, 26 September 2021.

    Salah satunya, lanjut dia, Indonesia akan menyambut pergelaran akbar WSBK (World Superbike) di Mandalika November mendatang, serta G20 Summit yang rencananya akan digelar tahun 2022 di Bali.

    "Event tersebut harus dijadikan momentum agar masyarakat dunia bisa percaya akan kondisi penanganan Covid-19 di Bali telah berjalan baik," ucap pria yang juga Ketua PHRI Bali itu.

    Wagub yang biasa disapa Cok Ace itu juga menyampaikan berbagai capaian Bali dalam menanggulangi penyebaran virus Covid-19 di Pulau Dewata.

    Dari segi kesehatan, Bali telah menjadi salah satu provinsi dengan capaian vaksinasi yang paling tinggi di Indonesia, yakni hampir 97 persen untuk vaksinasi pertama dan lebih dari 73 persen untuk vaksinasi kedua.

    "Program vaksinasi akan terus digenjot agar bulan ini atau paling lambat awal bulan depan bisa tuntas baik vaksin dosis pertama maupun kedua," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Persebaran Pengungsi di Indonesia Menurut UNHCR

    PBB mengucurkan dana untuk program respons sosial ekonomi inklusif untuk menghadapi Covid-19. UNHCR mendata persebaran penerima manfaat di Indonesia.